Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Madri Pani Resmi Gabung Gerindra Kaltim! Peta Politik Lokal Berau Langsung Berubah

Beraupost • Selasa, 25 November 2025 | 14:10 WIB
Daeng Sikra
Daeng Sikra

ADA kalimat klasik yang mengungkapkan dinamika politik yang selalu berubah. ‘Dalam politik, tidak ada musuh abadi atau teman abadi’. Begitu kira-kira gambaran suhu politik yang terjadi dalam tiga hari terakhir.

Banyak media sosial yang memunculkan foto Madri Pani. Dia tidak seorang diri. Berdampingan dengan tokoh politik yang banyak menikmati asam garamnya perpolitikan di Kalimantan timur.

Saya pun ikut terheran-heran. Foto Madri Pani (saya singkat saja) MP, bersama Ketua Partai Gerindra Kaltim, Seno yang juga Wakil Gubernur Kalimantan Timur.

Di sebelahnya ada Makmur, HAPK MM, anggota DPRD Kaltim juga mantan bupati Berau dua periode. Tokoh Partai Golkar yang menyeberang ke Gerindra.

MP berbaju putih dengan empat kantong di depan. Seperti stelan pakaian yang sering dikenakan Presiden Prabowo, Ketua Umum Partai Gerindra.

Dari tampilan foto di media sosial itu, saya menyimpulkan kalau MP sudah mengantongi kartu anggota partai berlambang kepala burung Garuda itu.

Sebagai ilustrasi, MP sebelumnya adalah pemegang kartu anggota Partai NasDem. Partai itu pula yang dipakai ketika maju pada pilkada lalu.

Bersama Hanura, MP berhadapan Sri Juniarsih-Gamalis yang didukung banyak partai. Di antaranya Partai Gerindra. Jadi, kala itu MP berhadapan dengan Gerindra.

Hasilnya kita sudah tahu. Dan partai NasDem pun bergejolak. Haji Liliansyah yang digadang memimpin partai, berhasil disishkan oleh Dedet yang juga tercatat sebagai ketua DPRD Berau. Posisi MP pun berada di simpang jalan.

Saya sendiri dalam kalkulasi politik, kalau juga MP akan berpindah partai, setidaknya berlabuh pada partai yang tidak berseberangan ketika pilkada. Banyak yang tidak menyangka kalau MP menjatuhkan pilihannya ke Partai Gerindra.

Saya menyebutnya ada operasi senyap. Beberapa orang dari Partai Gerindra Berau, mengajak dan meyakinkan pimpinan partai di tingkat provinsi untuk mengajak serta MP bergabung.

Alasannya, MP tidak seorang diri. Dia berbekal basis massa yang kuat. Bisa saja itu argumentasinya.

Sekitar tujuh bulan lalu, saya sudah menangkap isyarat dari salah seorang tokoh partai. Saya yakin, Madri Pani itu bakal dirangkul Gerindra, begitu katanya. Saya anggap angin lalu.

Dan minggu-minggu berikutnya, sinyal itu datang dari warung kopi. Juga sama komentarnya.
Tampilnya MP berbaju putih berdampingan dengan Seno, langsung mengubah situasi politik di daerah.

Apalagi ada target perolehan kursi di DPRD sebanyak 6 kursi, semakin membuat peta kekuatan politik di masing-masing partai harus mengkaji ulang.

Partai berlambang Kabah, dalam sepekan ini melakukan konsolidasi di Hotel Bumi Segah. Banyak yang memprediksi, salah satu topik yang dibahas itu adalah langkah-langkah politis di tahun 2029 nanti.

Partai Golkar pun demikian. Nama Syarifatul Sya'diah yang sudah lama digadang-gadang, diharapkan oleh para kadernya agar pimpinan partai di daerah yang masih kosong, bisa segera dipegang oleh Bu Sari.

Ini bakal seru Daeng, kata Bastian di Warung Pojok, kemarin. Seru para proses pemilihan anggota legislatif.

Bahkan lebih seru lagi pada proses pilkada. Hadirnya MP sebagai wajah baru di Gerindra, membuat banyak tokoh politik ketar-ketir. Termasuk partai yang sekarang berkuasa.

Kita tunggu saja bagaimana reaksi pasca-terdaftarnya MP pada partai penguasa di republik ini.

Saya juga menunggu apa langkah berikutnya yang akan dilakukan MP, yang mantan ketua DPRD dan mantan kepala kampung. Biasanya, di akhir pekan MP muncul di Warung Pojok. (sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi