Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Program Terancam Berhenti, DTPHP Berau All Out Minta Bantuan Kementan untuk Brigade Pangan

Beraupost • Senin, 24 November 2025 | 10:45 WIB
Kepala DTPHP Berau, Junaidi. (SENO/BP)
Kepala DTPHP Berau, Junaidi. (SENO/BP)

BERAU POST – Menyikapi isu pemangkasan Tambahan Kinerja Daerah (TKD) pada tahun anggaran 2026, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Berau mulai menyiapkan langkah antisipasi agar berbagai program pendukung sektor pertanian di daerah tidak terhenti.

Kepala DTPHP Berau, Junaidi, menegaskan, pihaknya telah menyusun dan mengajukan sejumlah usulan kegiatan kepada Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau.

Diakuinya, beberapa program besar milik kabupaten kemungkinan terdampak pemangkasan, namun ia berharap dapat ditopang oleh program kementerian.

Usulan tersebut disusun karena pemangkasan anggaran diperkirakan berdampak langsung pada kegiatan di daerah, khususnya yang berkaitan dengan dukungan sarana, prasarana, dan program peningkatan ketahanan pangan.

Berbagai kegiatan DTPHP harus tetap berjalan karena berhubungan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya para petani yang tergabung pada program Brigade Pangan.

Di dalam Brigade Pangan tersebut terdapat lima kelompok, yakni Kampung Labanan Jaya, Gunung Tabur, Sambaliung, Semurut dan Buyung-buyung. Kelompok besar tersebut harus terus didampingi untuk mendukung tingkat ketahanan pangan daerah.

Oleh karenanya, pihaknya telah mengusulkan sejumlah bantuan melalui anggaran Kementan. Data usulan tersebut tentunya berdasarkan kebutuhan dan pertimbangan brigade pangan. Di mana seluruh berkas tersebut telah disampaikan melalui Bapelitbang.

Pihaknya juga telah mengusulkan sejumlah kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dinilai mendesak.

Beberapa di antaranya adalah mesin dryer padi berkapasitas 6 ton dan 10 ton, dryer jagung 10 ton, hingga alat tanam dan combine harvester untuk mendukung peningkatan produktivitas petani.

Selain itu juga diusulkan penyediaan rice transplanter atau mesin penanam padi, serta sarana pendukung lain yang selama ini dibutuhkan kelompok tani di lapangan.

“Jadi kebutuhan mendesak yang kami usulkan itu,” katanya.

Program lain yang tak kalah penting adalah kebutuhan bantuan pupuk, bibit, obat-obatan pertanian, hingga penyediaan benih padi dan jagung.

Semua kebutuhan itu diharapkan dapat menopang program peningkatan intensitas tanam, salah satu target utama Brigade Pangan.

Pihaknya mendorong agar petani dapat meningkatkan jumlah musim tanam, dari satu kali menjadi dua kali, bahkan tiga kali dalam setahun apabila kondisi lahan memungkinkan.

Junaidi berharap usulan yang telah dikirimkan dapat diakomodasi oleh kementerian, sehingga program ketahanan pangan di Berau tidak terhambat meskipun terjadi penurunan anggaran tahun depan.

“Yang jelas, semua usulan yang menyangkut tanaman pangan dan sarana prasarana sudah kami masukkan. Mudah-mudahan tidak ada program yang terputus, karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan produktivitas pertanian di Berau tetap meningkat, bahkan di tengah keterbatasan anggaran.

Dengan dukungan program Kementerian, pihaknya optimistis kegiatan di lapangan tetap berjalan dan target ketahanan pangan daerah bisa tercapai.

Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih menegaskan ketahanan pangan menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung kelancaran pembangunan dan keberlanjutan hidup di IKN.

Pun ketahanan pangan bukan hanya urusan sektor pertanian semata, tetapi juga tanggung jawab lintas sektor yang membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, petani, penyuluh, hingga masyarakat.

“Berau memiliki potensi besar dalam bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan. Karena itu, saya mengajak seluruh OPD, kelompok tani, dan masyarakat, untuk bersama-sama menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan kita. Ini adalah bagian dari kontribusi kita untuk mendukung program nasional,” ujarnya.

Dengan letak geografis yang strategis dan ketersediaan lahan produktif yang melimpah, Berau tidak hanya dituntut untuk menjadi lumbung pangan lokal, tetapi juga dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan IKN ke depan.

Pemkab berkomitmen penuh dalam memberikan perhatian kepada para petani dan pelaku usaha pangan lokal.

Ini tidak hanya melalui program bantuan alat dan bibit, tetapi juga melalui pembinaan, pelatihan, akses pasar, dan pendampingan teknologi pertanian.

Program seperti pengembangan pertanian berbasis kawasan, optimalisasi lahan tidur, dan peningkatan kapasitas penyuluh pertanian lapangan terus dilakukan untuk memastikan petani lokal bisa berkembang secara mandiri.

“Kami memahami ketahanan pangan tidak akan tercapai tanpa petani yang kuat dan sejahtera. Maka dari itu, kami akan terus hadir untuk mendampingi mereka, mulai dari proses tanam, panen, hingga distribusi hasil. Kami ingin petani Berau menjadi pahlawan pangan yang sesungguhnya,” jelasnya. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
#Kinerja Daerah #DTPHP #Kabupaten Berau #bantuan pangan #Tambahan