BERAU POST – Program penguatan koperasi desa melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), memasuki tahap sosialisasi di Kabupaten Berau.
Program yang menjadi agenda provinsi itu digelar di beberapa titik wilayah di Kabupaten Berau.
Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, menegaskan, kegiatan sosialisasi yang berlangsung tahun ini merupakan agenda resmi provinsi, namun pelaksanaannya tetap berjalan melalui kolaborasi bersama pemerintah kabupaten.
Dijelaskan, sebelum program dari provinsi berjalan, Pemkab Berau sebenarnya telah lebih dulu melakukan bimbingan teknis (Bimtek) bagi pengurus dan pengawasan KDMP, sebagai upaya peningkatan kompetensi bagi pengelola koperasi.
“Bimtek ini sebagai tambahan wawasan dan bekal bagi pengurus dan pengawas koperasi dalam menjalankan bisnisnya nanti,” ujarnya.
Sosialisasi yang dilakukan Pemprov Kaltim ini penting dilakukan agar koperasi-koperasi di tingkat desa memiliki modal pengetahuan yang cukup sebelum menerima pendampingan lanjutan dari provinsi.
Pihaknya bukan hanya sekadar mendampingi, tetapi turut membantu seluruh proses sosialisasi, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga memastikan materi yang diberikan dapat dipahami dengan baik oleh para peserta.
Sosialisasi KDMP memiliki cakupan materi yang cukup luas, karena tidak hanya memperkenalkan struktur dan fungsi koperasi, tetapi juga masuk pada tahapan pendampingan teknis yang lebih mendalam.
“Diharapkan setelah mengikuti sosialisasi ini, petugas koperasi benar-benar mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam bentuk kegiatan usaha,” katanya.
Mereka dibimbing bagaimana menyusun rencana bisnis yang baik, seperti apa langkah-langkah teknisnya, dan bagaimana koperasi bisa berkembang menjadi unit usaha yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pendampingan yang diberikan dalam program KDMP tidak hanya bersifat formalitas, tapi jugq diarahkan untuk benar-benar membangun kemampuan anggota koperasi dalam mengolah potensi desa menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.
Seperti penyusunan rencana bisnis, analisis pasar, manajemen keuangan, hingga strategi pengembangan usaha.
Di mana nantinya diharapkan koperasi desa dapat naik kelas dan tidak hanya bergantung pada bantuan modal.
Lanjutnya, sosialisasi KDMP tahun ini dilaksanakan di empat titik yang menyebar di 13 kecamatan. Titik tersebut meliputi Tanjung Redep, wilayah pesisir, kepulauan, serta Labanan.
Pemilihan lokasi dilakukan agar penyebaran informasi dan pendampingan lebih merata dan bisa menjangkau seluruh wilayah, mengingat karakteristik kampung di Berau cukup beragam.
Eva berharap, koperasi di Berau dapat semakin berkembang dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa.
Keberadaan koperasi yang dikelola dengan baik akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan warga, khususnya di tingkat akar rumput, karena koperasi mampu membuka kesempatan usaha, memperkuat ekonomi lokal, dan menciptakan kemandirian desa. (aja/hmd)
Editor : Nurismi