Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Diskoperindag Berau Genjot Hilirisasi Kakao: Pelatihan Pengolahan Cokelat Dimulai di Kampung Suaran

Beraupost • Kamis, 20 November 2025 | 11:50 WIB
PELATIHAN COKLAT: Masyarakat di Kampung Suaran mendapat pelatihan pengolahan cokelat dari Diskoperindag Berau selama 3 hari. (DISKOPERINDAG BERAU UNTUK BERAU POST)
PELATIHAN COKLAT: Masyarakat di Kampung Suaran mendapat pelatihan pengolahan cokelat dari Diskoperindag Berau selama 3 hari. (DISKOPERINDAG BERAU UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, terus mendorong pengembangan hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Salah satunya melalui pelatihan pengolahan cokelat yang digelar di Kampung Suaran selama tiga hari sejak 19-21 November.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai produk kakao, yang telah ditetapkan sebagai komoditas unggulan daerah berdasarkan SK Bupati Berau, selain kelapa dalam dan jagung.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menjelaskan, pengembangan cokelat dikerjakan bersama dengan Dinas Perkebunan (Disbun) sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Disbun berperan melakukan pembinaan dari sisi hulu mulai dari budidaya hingga penyiapan bahan baku.

Sementara Diskoperindag fokus pada penguatan sektor hilir, termasuk peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengolahan produk turunan.

“Berdasarkan kajian yang kami lakukan, hilirisasi cokelat di Kabupaten Berau akan dikembangkan di tiga kampung, yaitu Suaran, Labanan, dan Merasa,” ucapnya.

“Di Suaran ini kami mulai dengan pelatihan pengolahan cokelat untuk masyarakat,” lanjutnya.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti 30 peserta dari Kampung Suaran. Para peserta adalah warga yang dipilih langsung oleh aparat kampung.

Pihaknya menyerahkan proses seleksi kepada pemerintah kampung karena dinilai lebih memahami kondisi masyarakat dan siapa yang paling tepat mengikuti pelatihan.

Materi pelatihan berfokus pada pengolahan biji kakao yang telah melalui proses fermentasi menjadi produk setengah jadi seperti bubuk kakao dan pasta kakao.

Produk tersebut menjadi bahan dasar untuk berbagai olahan lanjutan, mulai dari cokelat batang, bubuk minuman, hingga campuran untuk produk kue.

“Karena ini bagian dari hilirisasi, peserta yang kami bina diarahkan untuk bisa membentuk kelompok usaha. Jadi bukan petani yang bekerja di hulu, tetapi warga yang nantinya siap mengembangkan olahan cokelat sebagai produk usaha,” ujarnya.

Lebih jauh, dirinya berharap pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar menambah pengetahuan.

Pentingnya tindak lanjut dari para peserta untuk benar-benar mengembangkan usaha yang legal dan berkelanjutan. Pihaknya ingin setelah pelatihan ini mereka tidak stagnan.

“Harapan kami muncul kelompok usaha baru yang serius menekuni pengolahan kakao. Ke depan mereka bisa berkolaborasi dengan kampung lain seperti Labanan Makarti dan Merasa, sehingga upaya untuk menembus pasar ekspor bisa lebih kuat,” tambahnya.

Apalagi, potensi kakao Berau cukup besar jika hilirisasi berjalan optimal. Dengan kolaborasi antar kampung dan dukungan pendampingan berkelanjutan, Ia yakin produk cokelat Berau berpeluang masuk pasar nasional hingga internasional. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
#Diskoperindag Berau #cokelat #kakao