Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Minim Dukungan Pemkab Berau, Petani Tasuk Keluhkan Kerusakan Alsintan dan Jalan Usaha Tani

Beraupost • Rabu, 19 November 2025 | 08:40 WIB
PERTANIANl: Para petani berharap adanya dukungan dari Pemkab Berau. (ARTA KUSUMA  YUNANDA/BP)
PERTANIANl: Para petani berharap adanya dukungan dari Pemkab Berau. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST — Para petani di Kampung Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur, merasa dianak tirikan oleh Pemkab Berau. Pasalnya, mereka hingga kini masih menggunakan peralatan seadanya untuk bertahan hidup.

Heri Herianto, salah seorang petani, menyampaikan bahwa dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau khususnya dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dinilai masih jauh dari cukup.

Menurut Heri, sektor pertanian di Kampung Tasuk sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang, tetapi terbentur oleh minimnya fasilitas dan infrastruktur penunjang.

“Kami betul-betul membutuhkan bantuan alsintan. Itu sangat membantu meringankan pekerjaan kami saat panen. Saat ini ada alatnya tetapi sudah rusak,” ujarnya kepada awak media ini.

Selain keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan), Heri juga menyoroti kondisi jalan usaha tani yang menurutnya masih sangat minim.

Kondisi jalan yang kurang memadai membuat petani kesulitan mengangkut hasil panen maupun mengakses lahan, terutama saat musim hujan.

“Jalan usaha tani itu penting sekali. Kalau jalannya tidak bagus, kami kesulitan membawa hasil panen dan peralatan. Ini benar-benar menghambat,” katanya.

Heri meyakini bahwa jika infrastruktur dasar seperti ini dibenahi, kegiatan pertanian di Kampung Tasuk bisa jauh lebih produktif dan efisien.

Lebih jauh, Heri menilai kurangnya dukungan pemerintah menjadi salah satu penyebab petani milenial enggan terjun ke dunia pertanian.

Sektor yang seharusnya menjadi peluang besar bagi generasi muda justru tidak menarik karena dinilai penuh tantangan dan tidak mendapat fasilitas memadai.

“Banyak anak muda sebenarnya ingin bertani, tapi kalau alatnya kurang, aksesnya susah, dan dukungannya minim, mereka memilih ke sektor lain. Itu yang terjadi sekarang,” tegasnya.

Menurutnya, regenerasi petani sangat penting untuk memastikan keberlanjutan pangan di masa depan, dan hal itu hanya bisa terwujud apabila pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap kebutuhan dasar para petani.

Heri berharap Pemkab Berau dapat memberikan perhatian nyata bukan hanya janji agar sektor pertanian bisa berkembang dan menjadi magnet bagi generasi muda.

Ia meyakini bahwa pertanian bisa menjadi sektor yang menjanjikan bila didukung sarana dan prasarana memadai, serta program pembinaan yang berkelanjutan.

“Kami hanya ingin pemerintah hadir lebih dekat. Kalau alatnya ada, jalannya bagus, saya yakin pertanian di sini bisa maju dan petani milenial mau turun langsung,” ujarnya.

Dengan potensi lahan yang subur dan semangat petani lokal, Kampung Tasuk sejatinya memiliki peluang besar menjadi sentra produksi pertanian di Berau.

Namun, tanpa dukungan yang cukup dari pemerintah, potensi itu dikhawatirkan hanya akan menjadi wacana. (aky/hmd)

Editor : Nurismi
#infrastruktur #Kabupaten Berau #subur #lahan #pemkab berau #Terhambat