BERAU POST – Program pengembangan ekonomi pesisir kembali mendapat dorongan, melalui upaya peningkatan nilai tambah hasil tangkapan laut di Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Bidukbiduk.
Inisiatif pengolahan ikan asap yang digagas Dinas Perikanan Berau bersama Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), Pejuang Sigap, dan kelompok masyarakat setempat diharapkan menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga nelayan.
Koordinator Pendamping Sigap Kecamatan Talisayan, Batu Putih, dan Bidukbiduk, Ricky Sandi Kurniawan menyebut, wilayah pesisir Berau memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap.
Mulai dari pariwisata hingga sumber daya laut yang melimpah, aktivitas nelayan masih berlangsung aktif karena pasokan ikan yang stabil.
Situasi itu mendorong Dinas Perikanan membuka peluang usaha baru melalui pengolahan ikan asap.
Sebab, produk olahan diperlukan agar pendapatan keluarga nelayan meningkat. “Potensi pesisir begitu besar,” terangnya belum lama ini.
Ricky menjelaskan, kegiatan pengasapan ikan tongkol, kembung, dan pari di Teluk Sulaiman kini terus ditingkatkan melalui pendampingan terstruktur.
Program ini juga dirancang untuk memperpanjang umur simpan hasil tangkapan, sehingga nelayan tidak hanya bergantung pada penjualan ikan segar yang harganya kerap fluktuatif.
Hingga kini, tercatat tiga unit alat pengasapan telah disalurkan. Produksi ikan asap, terutama tongkol dan pari, telah mencapai sekitar 40 kilogram dan mulai dipasarkan ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta ditampilkan pada kegiatan bazar di Tanjung Redeb.
Dirinya juga menyebut verifikasi mutu terus berjalan agar produk memiliki standar yang baik.
“Hadirnya ikan asap sudah kami bantu dengan tiga alat,” ujarnya.
Ia memastikan koordinasi dengan Pendamping Sigap Teluk Sulaiman akan diperkuat, terutama untuk mengembangkan kemasan dan meningkatkan daya tahan produk.
Perbaikan ini menjadi penting agar ikan asap dapat bersaing di pasar yang lebih luas dan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Pendamping Sigap Kampung Teluk Sulaiman, Sheilla mengungkapkan, usaha ikan asap kini kembali aktif setelah sebelumnya sempat menurun.
Pendampingan dilakukan dari administrasi, proses produksi, hingga pemasaran.
Ia berharap bantuan lanjutan dapat menggencarkan produksi. Perbaikan kemasan juga menjadi fokus agar produk memiliki tampilan lebih profesional dan bernilai jual lebih tinggi di pasar pesisir maupun kota.
“Ikan asap di Teluk Sulaiman saat ini aktif kembali,” ucapnya, seraya menyampaikan terima kasih atas dukungan alat dan promosi dari Dinas Perikanan. (sen/arp)
Editor : Nurismi