Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Perkuat Daya Saing Pariwisata, Peningkatan SDM Jadi Indikator Utama Talanpekda Berau

Beraupost • Jumat, 14 November 2025 | 10:45 WIB
SERTIFIKASI PRAMUWISATA: Puluhan pramuwisata mendapat pelatihan dan sertifikasi dari Disbudpar Berau agar diakui secara profesional. (IZZA/BP)
SERTIFIKASI PRAMUWISATA: Puluhan pramuwisata mendapat pelatihan dan sertifikasi dari Disbudpar Berau agar diakui secara profesional. (IZZA/BP)

BERAU POST – Pertumbuhan pariwisata di Kabupaten Berau terus menunjukkan geliat positif. Banyak destinasi baru bermunculan, mulai dari wisata bahari hingga budaya.

Namun, belum dibarengi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata yang masih menjadi pekerjaan rumah.

Kepala Bidang Usaha Jasa Sarana Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Nurjatiah mengatakan, dari sekitar 150 pemandu wisata yang terdaftar di Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Berau, hanya sekitar 15 hingga 20 persen yang memiliki sertifikat profesi resmi.

Angka itu menunjukkan masih rendahnya tingkat profesionalisme pelaku wisata di daerah yang memiliki lebih dari 280 titik destinasi tersebut.

“Kita punya potensi besar, tapi kalau SDM-nya belum siap, sektor ini tidak akan berkembang maksimal. Karena itu, kami dorong terus pelatihan dan sertifikasi agar pemandu wisata kita punya identitas dan diakui secara profesional,” katanya.

Program sertifikasi pun telah berjalan selama dua tahun. Tahun lalu diikuti 25 peserta, sementara tahun ini meningkat menjadi 30 orang dari 13 kecamatan.

Kegiatan yang diselenggarakan 12-13 November tersebut dilakukan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Angin Mammiri Makassar yang telah menandatangani nota kesepahaman dengan Pemkab Berau.

Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat kompetensi dan ID profesi resmi sebagai pemandu wisata tersertifikasi.

“Kami minta setelah lulus mereka wajib melaporkan jumlah tamu yang dilayani setiap tahun melalui sistem daring yang kami sediakan. Ini bagian dari pendataan aktivitas wisata,” jelasnya.

Selain fokus pada pemandu wisata, Disbudpar juga mulai memperluas pelatihan ke sektor lain seperti pekerja hotel dan pelaku usaha pariwisata.

Langkah ini diambil untuk memperkuat rantai ekosistem wisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga pelayanan yang berkualitas.

Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM menjadi indikator utama dalam Peta Jalan Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah (Talanpekda) Berau.

Tanpa sertifikasi, tenaga pariwisata meskipun berpengalaman belum memenuhi standar profesional.

“Kompetensi itu penting agar Berau punya daya saing di tingkat nasional,” ujarnya.

Meski begitu, pelaksanaan program ini belum sepenuhnya berjalan tanpa kendala.

Keterbatasan peserta dari wilayah pesisir dan pedalaman masih menjadi tantangan, terutama dari daerah seperti Kecamatan Kelay dan Segah.

Untuk mengatasinya, pelatihan masih dipusatkan di Tanjung Redeb dengan dukungan biaya transportasi dan penginapan dari pemerintah daerah.

Tahun depan, meski terjadi efisiensi anggaran, pihaknya tetap menargetkan keberlanjutan program dengan jumlah peserta minimal sama seperti tahun ini.

“Paling tidak, dari 150 pemandu wisata yang ada, semuanya nanti sudah punya dasar sertifikasi di tingkat level muda,” harapnya. (aja/arp)

 

Editor : Nurismi
#sdm #pariwisata #Kabupaten Berau #wisata bahari