BERAU POST – Cuaca panas yang melanda Kabupaten Berau dalam beberapa hari terakhir mulai menimbulkan dampak serius.
Sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca kering dan suhu udara yang meningkat drastis dalam sepekan terakhir, menjadi faktor utama meningkatnya potensi karhutla.
“Kami sudah menerima laporan adanya beberapa titik api di sejumlah kecamatan. Cuaca panas dan angin kencang membuat api cepat meluas jika tidak segera ditangani,” ujarnya.
Nofian menegaskan, masyarakat harus lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, seperti membakar lahan untuk berkebun atau membuang puntung rokok sembarangan.
“Jangan sembarangan membakar lahan, apalagi di kondisi panas seperti sekarang. Api kecil bisa dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, meskipun beberapa titik kebakaran berhasil dipadamkan oleh tim gabungan bersama masyarakat, ancaman karhutla masih tinggi hingga beberapa minggu ke depan jika tidak ada hujan turun secara merata.
“Kami juga minta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain melanggar aturan, dampaknya sangat besar terhadap lingkungan dan kesehatan,” katanya.
BPBD Berau kini memperketat pemantauan terhadap potensi kebakaran melalui sistem early warning dan patroli lapangan di sejumlah wilayah rawan seperti Kecamatan Segah, Kelay, dan Gunung Tabur.
Koordinasi dengan pihak TNI, Polri, dan Manggala Agni juga terus dilakukan untuk memastikan respons cepat saat titik api muncul
“Kami siagakan personel dan peralatan, termasuk armada pemadam di beberapa titik strategis. Tujuannya agar penanganan bisa dilakukan cepat sebelum api meluas,” tutur Nofian.
Nofian menegaskan kembali bahwa peran masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla.
Selain tidak membakar lahan, masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan adanya titik api atau kepulan asap.
“Pencegahan lebih penting daripada pemadaman. Begitu lihat ada tanda-tanda kebakaran, segera lapor ke BPBD atau aparat setempat agar bisa cepat ditangani,” pungkasnya.
Terpisah, Prakirawan BMKG Berau, Egi, juga mengajak masyarakat masyarakat tetap waspada akan adanya kemungkinan karhutla, meski diakunya menurut data yang Dia himpun, hujan masih akan tetap terjadi.
“Susah jika kita tebak secara akurat. Tetapi menurut data volume hujan ringan tetap akan terjadi di Berau,” singkatnya. (aky/sam)
Editor : Nurismi