BERAU POST – Polemik terjadi pada pengurus Cabang Olahraga (Cabor) Biliar di Kabupaten Berau.
Sejumlah atlet dikabarkan mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Berau. Mereka menilai posisi ketua saat ini tidak sah secara administrasi.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau, Taupan Madjid, mengaku telah menerima informasi mengenai adanya mosi tersebut.
Pihaknya pun mengaku langsung mengambil langkah cepat untuk menelusuri akar permasalahan yang terjadi. L
“Saya sudah mendengar kabar adanya mosi tidak percaya dari beberapa atlet biliar Berau. Saat ini saya sudah menugaskan bidang organisasi KONI Berau untuk mencari tahu penyebab dan duduk perkaranya,” ungkap Taupan kepada Berau Post, Jumat (9/11) lalu.
Menurutnya, langkah investigasi ini penting agar KONI bisa memahami secara menyeluruh persoalan yang terjadi di tubuh POBSI Berau.
Setelah akar masalah ditemukan, KONI Berau akan mencari solusi terbaik yang tidak merugikan pihak manapun.
“Kami ingin tahu dulu apa pemicunya, setelah itu akan kami bahas bagaimana jalan keluarnya. Prinsip kami, semua masalah organisasi olahraga harus diselesaikan secara musyawarah dan sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.
Taupan juga menjelaskan, pelantikan pengurus POBSI kabupaten bukan dilakukan oleh KONI Berau, melainkan langsung oleh POBSI Provinsi Kalimantan Timur.
Oleh sebab itu, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pengurus provinsi, untuk memastikan apakah proses pelantikan tersebut sudah sesuai prosedur atau justru bermasalah secara administratif.
“Pelantikan POBSI kabupaten itu bukan wewenang KONI, tapi dari POBSI provinsi. Karena itu, kami akan berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk memastikan apakah ada kekeliruan administrasi atau tidak,” jelasnya.
Taupan menegaskan bahwa KONI Berau tidak akan menutup mata terhadap persoalan yang terjadi di bawah naungannya.
Sebagai induk organisasi olahraga di daerah, KONI memiliki tanggung jawab menjaga agar setiap cabang olahraga berjalan dengan baik, harmonis, dan sesuai aturan.
“KONI Berau tidak akan tinggal diam. Kami akan turun langsung mencari informasi dari semua pihak, baik dari pengurus POBSI, atlet, maupun pihak provinsi. Tujuannya agar masalah ini bisa selesai secara bijak, tanpa menimbulkan perpecahan di antara insan olahraga biliar Berau,” tegasnya.
Dia berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak memperkeruh suasana sebelum ada kejelasan resmi dari hasil investigasi.
KONI Berau diregaskan Taupan, akan mengedepankan asas keadilan dan transparansi dalam menangani persoalan ini.
“Kita semua ingin olahraga di Berau terus berkembang. Jadi jangan sampai masalah seperti ini justru menghambat semangat dan prestasi atlet,” tutupnya.
Diwartakan sebelumnya, Anto, salah satu atlet biliar Berau, menjadi suara pertama yang menyampaikan keresahan itu.
Ia mengatakan, sejak awal para atlet tidak pernah diberi tahu soal pemilihan ketua baru POBSI.
“Kami tidak tahu-menahu soal pemilihan ketua. Tidak ada musyawarah, tidak ada pemberitahuan ke rumah-rumah biliar maupun ke atlet,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Bukan hanya soal pemilihan yang dianggap tertutup, Anto juga menyoroti gaya kepemimpinan pengurus yang dinilainya minim arah dan komunikasi.
“Selama menjabat, tidak ada visi, tidak ada tujuan yang berjalan. Silaturahmi dengan para atlet juga tidak pernah dilakukan,” kata dia.
Situasi ini menurut Anto, membuat banyak atlet merasa kehilangan semangat. Mereka khawatir masalah diinternal justru mencoreng nama baik daerah. Langkah mosi tidak percaya pun menjadi pilihan terakhir.
“Kami ini membawa nama Berau. Jangan sampai karena masalah internal, citra kita rusak di luar,” tuturnya.
Karena itu, para atlet bersepakat akan menggelar pemilihan ulang ketua POBSI Berau secara terbuka dan musyawarah.
“Kami ingin pemilihan dilakukan dengan cara yang benar. Semua rumah biliar tahu, semua terlibat. Bukan sepihak,” katanya.
Dukungan terhadap langkah ini datang dari sejumlah rumah biliar di Berau, antara lain LS Billiard, 26 Billiard, A2R, dan Majestic Billiard.
Mereka juga telah melayangkan surat pernyataan sikap ke POBSI Provinsi Kalimantan Timur.
Menanggapi hal tersebut, Ketua POBSI Berau, Saidin, menilai persoalan ini sebaiknya diselesaikan secara baik-baik.
Ia menegaskan pintu organisasi tetap terbuka bagi para penggiat biliar yang ingin berpartisipasi secara resmi.
“Agar kuat apa yang menjadi tuntutan dan keinginan teman-teman penggiat biliar, segera saja mendaftar sebagai klub resmi di bawah POBSI,” ujar Saidin ketika dikonfirmasi.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar rumah biliar maupun komunitas memiliki hak bicara dan suara terlebih dahulu masuk dalam forum resmi, termasuk saat Musyawarah Cabang (Muscab) mendatang.
“Pendaftaran klub ini adalah langkah awal. Kami membuka peluang bagi semua rumah biliar untuk mendaftar dan menjadi bagian resmi POBSI Berau,” jelasnya.
Saidin juga menepis tudingan bahwa pengurus tidak pernah berkomunikasi dengan pihak rumah biliar.
Ia mengaku pihaknya pernah menjalin silaturahmi dengan beberapa pengelola rumah biliar untuk membahas penjaringan atlet daerah.
“Kami tidak pernah dihubungi secara resmi. Tapi kami memang sempat bersilaturahmi dengan rumah-rumah biliar, membahas persiapan penjaringan atlet melalui mereka,” katanya.(aky/sam)
Editor : Nurismi