Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

PLTS Komunal Balikukup Raih Subroto Award 2025 Kategori Terbaik, Bukti Sukses Kelola Energi Mandiri

Beraupost • Sabtu, 8 November 2025 | 09:55 WIB
BERHASIL DIKELOLA: PLTS Komunal dengan kapasitas 100 kWp yang dikelola Pemerintah Kampung Balikukup, Kecamatan Batu Putih. (LAHUMADI UNTUK BERAU POST)
BERHASIL DIKELOLA: PLTS Komunal dengan kapasitas 100 kWp yang dikelola Pemerintah Kampung Balikukup, Kecamatan Batu Putih. (LAHUMADI UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – Keberhasilan Pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di Kampung Balikukup, Kecamatan Batu Putih telah diganjar Subroto Award 2025 beberapa waktu lalu.

Ratusan warga setempat telah merasakan manfaat dari bantuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu sejak 2018.

Penghargaan itu diserahkan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia kepada Kepala Kampung Balikukup, Bahtiar untuk kategori Pengelolaan PLTS Komunal berkapasitas 100 kWp (kilowatt-peak) di Jakarta pada akhir Oktober lalu.

Ketua Pengurus PLTS Balikukup, Lahumadi mengatakan, PLTS Komunal merupakan bantuan dari Kementerian ESDM pada 2017 lalu.

Berdiri di luasan lahan berkisar 100x50 meter persegi dengan 402 panel tenaga surya.

Setahun berselang, PLTS tersebut dihibahkan ke pemerintah kabupaten untuk dikelola. Lalu empat tahun berselang atau 2022 dihibahkan dari pemerintah daerah ke pemerintah kampung.

“Sejak awal dibangun, pengelolaan PLTS ini diberikan pada pemerintah kampung. Dengan kami ada tiga orang yang bekerja untuk memastikan PLTS berfungsi sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Dengan memiliki kapasitas 100 kWp, PLTS ini dijelaskannya memberikan manfaat pada 333 pelanggan dengan daya 600 watt per pelanggan dan iuran Rp 40 ribu per bulan.

Namun, kondisi itu tidak bertahan lama, karena terkena dampak angin puting beliung yang menyebabkan kerusakan terhadap PLTS tersebut.

Musibah yang terjadi pada tahun 2018 itu, menyebabkan 46 panel tenaga surya rusak. Membuat pihaknya harus menurunkan daya dari yang 600 watt turun menjadi 400 watt per pelanggan.

“Karena dayanya turun, kami juga menurunkan iuran pelanggan jadi Rp 30 ribu,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu dan berubahnya status PLTS menjadi milik pemerintah kampung. Membuat pembelian panel surya dan peralatan lainnya bisa dilakukan pemerintah kampung.

Supaya secara berangsur memulihkan kembali kapasitas PLTS yang turun, akibat kerusakan panel akibat angin puting beliung.

Karena itu, saat ini pelanggan PLTS Komunal inipun mencapai 386 pelanggan dengan daya per pelanggan rata-rata 500 watt.

Dengan daya tersebut, para pelanggan disebutnya bisa memanfaatkan untuk lampu, pompa air hingga televisi.

Sistem distribusi daya listrik itu, dikatakan Lahumadi seperti halnya token listrik. Dengan diberikan 500 watt pada sore hari pukul 18.00 Wita hingga 06.00 Wita.

“Di awal-awal banyak yang kehabisan pada dini hari. Tapi sekarang sudah paham semua,” katanya.

Kemudian, di antara ratusan pelanggan PLTS, ia mengungkapkan tiga di antaranya digratiskan karena merupakan warga tidak mampu.

“Awalnya ada lima orang, tapi saat ini turun jadi tiga orang. Karena dua orang lainnya sudah meninggal,” terangnya.

Lebih lanjut, Lahumadi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pembelian 24 panel surya dan peralatan lainnya untuk menambah kapasitas PLTS pada tahun ini. Pembelian panel surya itu merupakan hasil dari iuran yang selama ini ditarik dari pelanggan.

Ia menerangkan, sejak 2017 lalu, sudah tiga kali pihaknya melakukan penambahan panel surya. Dengan satu kali dilakukan pemerintah kampung dan dua lainnya berasal dari dana iuran.

“Kalau sudah dipasang nanti, kapasitas PLTS bertambah jadi 106 kWt. Kami juga telah punya 75 baterai dengan kapasitas 4.800 watt per baterai,” tuturnya.

Meski begitu, ke depan pihaknya berharap kapasitas PLTS Komunal ini bisa mencapai 150 kWp. Supaya manfaatnya bisa semakin dirasakan masyarakat dan mampu menyerap cahaya Matahari secara maksimal.

Sementara itu, Kepala Kampung Balikukup, Bahtiar merasa bersyukur atas keberadaan PLTS di kampung yang dipimpinnya itu.

Apalagi jika dilihat dari lokasi kampung yang berada di pulau tepatnya Pesisir Selatan Berau yang nan jauh dari ibu kota kabupaten.

Di sisi lain, ia juga mengapresiasi kemampuan pihak-pihak yang mengelola PLTS, sehingga mampu beroperasi secara maksimal dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras dan kebersamaan seluruh masyarakat. Saya berterima kasih kepada pengurus PLTS, warga, dan semua pihak yang telah mendukung pengelolaan energi bersih di kampung kita,” ujar Bahtiar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu menyampaikan, penghargaan yang diraih itu menjadi bukti nyata keberhasilan masyarakat kampung dalam mengelola bantuan pemerintah pusat secara berkelanjutan dan mandiri.

“Kabupaten Berau kembali mendapat penghargaan nasional melalui Kementerian ESDM. Kampung Balikukup dinilai terbaik dalam pengelolaan PLTS komunal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penetapan Kampung Balikukup sebagai pemenang pertama tertuang dalam SK Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur EBTKE Kementerian ESDM Nomor 62.K/EK.08/DEI/2025.

Pada kategori yang sama, Desa Batu Bingkung dari Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, menempati posisi kedua, dan Desa Lengora Pantai dari Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, sebagai pemenang ketiga.

“Ini kebanggaan bagi masyarakat Berau, karena dari banyak peserta di seluruh Indonesia, salah satu kampung kita mampu menjadi yang terbaik,” kata Tenteram.(arp)

Editor : Nurismi
#listrik #PLTS Komunal #Kabupaten Berau