BERAU POST – Pencarian korban tenggelamnya kapal KM Mina Maritim 148 telah dihentikan. Proses pencarian yang dilakukan sebelumnya selalu menjadi perhatian Wakil Bupati Berau, Gamalis.
Diketahui, insiden tragis tersebut terjadi ketika kapal yang membawa sejumlah anak buah kapal (ABK) dilaporkan hilang di laut akibat cuaca ekstrem.
Setelah dilakukan operasi pencarian selama beberapa hari, tiga dari enam korban berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sementara tiga lainnya masih belum ditemukan hingga operasi resmi dihentikan oleh tim SAR gabungan.
Gamalis mengatakan seluruh unsur pemerintah daerah turut berduka atas kehilangan yang dialami para nelayan Berau tersebut.
“Kita semua merasa kehilangan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” sebutnya kepada awak media ini.
Dirinya mengakui proses pencarian tidaklah mudah. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, dan relawan masyarakat pesisir telah bekerja tanpa lelah.
Di tengah kondisi laut yang tidak bersahabat mulai dari gelombang tinggi, angin kencang, hingga air laut yang keruh.
“Kami melihat sendiri bagaimana petugas bekerja maksimal siang dan malam. Meski cuaca sering kali menjadi kendala, semangat mereka tidak surut sedikit pun,” tuturnya.
Lebih lanjut, Gamalis mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
Sinergi lintas instansi dan peran aktif masyarakat sekitar menjadi bukti nyata kuatnya rasa solidaritas di Kabupaten Berau.
“Keterlibatan semua pihak menunjukkan bahwa kepedulian dan gotong royong masih sangat kuat di tengah kita,” ujarnya.
Wakil bupati juga menyoroti pentingnya peningkatan keselamatan pelayaran bagi nelayan dan kapal penangkap ikan di wilayah Berau.
Menurutnya, insiden ini harus menjadi pelajaran berharga agar seluruh pihak lebih memperhatikan kondisi cuaca, perizinan, serta kelengkapan alat keselamatan sebelum berlayar.
“Musibah ini harus menjadi refleksi bersama. Keselamatan di laut adalah hal utama. Kami akan terus mendorong pengawasan dan pembinaan agar nelayan kita lebih siap menghadapi cuaca ekstrem,” katanya.(aky/arp)
Editor : Nurismi