Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Lomba Perahu Tradisional Sungai Segah Berau Diharapkan Jadi Agenda Wisata Internasional

Beraupost • Kamis, 30 Oktober 2025 | 11:00 WIB
LOMBA TRADISIONAL: Bupati Berau Sri Juniarsih saat memberikan hadiah kepada pemenang lomba perahu panjang tradisional tahun 2025, Mambas Parrang dari Kecamatan Sambaliung. (IZZA/BP)
LOMBA TRADISIONAL: Bupati Berau Sri Juniarsih saat memberikan hadiah kepada pemenang lomba perahu panjang tradisional tahun 2025, Mambas Parrang dari Kecamatan Sambaliung. (IZZA/BP)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, kembali menggelar lomba perahu tradisional yang dilaksanakan di Sungai Segah.

Sebanyak 20 kelompok pendayung ikut ambil bagian dalam kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan ini.

Juara pertama lomba perahu panjang tradisional tahun 2025 yakni Mambas Parrang, selanjutnya Naga Samudera, disusul Using Lajam, Pasigayan, Raja Babuar dan terakhir Kalimasakti.

Bupati Berau Sri Juniarsih mengucapkan selamat kepada para pendayung yang menang dalam lomba perahu panjang tradisional tahun ini.

Meskipun sempat beredar lomba perahu panjang tidak digelar, tapi akhirnya khusus pomba perahu panjang ini tetap dilaksanakan dengan komitmen menjaga kondusivitas daerah.

“Saya harap ini jadi ajang pelestarian budaya dan meningkatkan rasa persaudaraan diantara kita semua,” ujarnya.

Dikatakannya, lomba perahu panjang ini menjadi tradisi yang tidak bisa ditinggalkan. Apalagi telah menjadi kebiasaan yang sejak dulu telah dilestarikan hingga sekarang.

Orang Banua diyakini memiliki jiwa tangguh yang dapat melestarikan lomba perahu panjang sebagai adat tradisi di Berau.

“Kehidupan kita lebih dekat dengan sungai, karenanya saya mengajak untuk menjaga kebersihan subgai. Karena sungai juga menjadi tempat kita latihan dan berlomba perahu perahu,” terangnya.

Ke depan dirinya akan mengajak seluruh masyarakat untuk ikutbersih-bersih sungai agar sungai menjadi lebih bersih. Sebagai Kabupaten yang kaya akan pariwisata, Kabupaten Berau harus dijaga kebersihannya.

“Lomba perahu panjang harus menjadi agenda rutin yang disebarluaskan agar yang menyaksikan orang diluar Berau bahkan turis dari mancanegara,” paparnya.

Pemkab Berau memberikan dan mendukung upaya pelestarian adat budaya yang menjadi aset berharga. Lomba perahu panjang perlu dijadikan agenda pariwisata yang harus dilestarikan.

“Selamat kepada pemenang, mudah-mudahan anggaran tahun depan mendukung dan hadiahnya akan lebih besar lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Berau, Amiruddin mengatakan, jalur perlombaan kali ini akan mengambil rute lurus sepanjang 2,2 kilometer dengan garis finish di depan Masjid Raya, Jalan Pulau Derawan.

Antusiasme masyarakat terhadap lomba ini sebenarnya sangat tinggi. Namun, pihaknya tetap melakukan seleksi ketat agar peserta yang ikut benar-benar merupakan pendayung lokal.

“Kami memang mengutamakan peserta dari Berau. Untuk apa jadi juara kalau pesertanya dari luar daerah. Ini ajang kebanggaan masyarakat kita sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, tahun ini para pendayung sudah tergabung dalam komunitas resmi di bawah Induk Organisasi Olahraga (Inorga), yakni Komunitas Penabur Berau.

Komunitas tersebut menjadi wadah pembinaan sekaligus regenerasi atlet pendayung di Bumi Batiwakkal.

Diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga air di Kabupaten Berau sekaligus hiburan bagi masyarakat menjelang akhir tahun.

“Kita ajarkan cara membentuk dan mengelola organisasi, supaya ke depan mereka bisa mandiri,” tambahnya.

Meski tidak semua kecamatan di Berau memiliki tim pendayung, namun Dispora membuka kesempatan bagi siapa pun yang berminat untuk ikut serta.

“Asal dari Berau, silakan ikut. Ini untuk mempererat kebersamaan dan melestarikan olahraga tradisional kita,” pungkasnya. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
#panjang #Sungai Segah #Kabupaten Berau #lomba perahu #pemkab berau