Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Anggaran Dipangkas? Dinas Pariwisata Berau Kerja Keras Wujudkan Harapan Bupati

Beraupost • Senin, 27 Oktober 2025 | 15:21 WIB
Daeng Sikra
Daeng Sikra

UDARA tak nyaman. Pengunjung yang jualan di sepanjang tepian Sungai Segah tak bersemangat.

Berdampak hingga ke Warung Pojok. Tak ada teman cerita yang bisa bikin hangat. Bahkan semangkuk mi kuah.

Untungnya ada saja yang memecah suasana dengan bercerita tentang Menteri Keuangan, Purbaya.

Baru dipancing uang mengendap, pimpinan di daerah kalang kabut, begitu kata salah seorang pengunjung warung.

Pengunjung bisa aktif berkomentar. Mereka hampir semuanya sedang memegang telepon pintar.

Mereka punya akun TikTok. Iya ya, kata Sofyan, salah seorang wartawan pelanggan warung. Luar biasa, bisa membuat jagat raya bergoyang, tambahnya.

Saya tidak banyak berkomentar. Mereka tidak tahu, kalau setiap hari hampir tersita waktu lama memelototi akun TikTok itu.

Awalnya ramai-ramai bertemu Menkeu, soal anggaran yang dikurangi, kata Sofyan. Setelah diungkap ada dana yang mengendap, situasi jadi sebaliknya, kata dia lagi.

Semua klarifikasi pada sumber berita. Pemda dan pemprop ada aja duitnya, kata Junaidi, pelanggan lama di Warung Pojok.

Mereka tentu tidak menyangka kalau Menkeu akan bersuara seperti itu. Daerah lebih tidak menyangka, kalau tahun depan benar-benar berkurang, banyak program yang tidak bisa diwujudkan.

Ada yang dengan penuh semangat mengulang cerita yang ramai di media sosial soal aksi Geburnur Jawa Barat, Kang Dedy Mulyadi melakukan sidak ke salah satu pengolahan air mineral.

Soal isinya yang tidak sesuai dengan kampanyenya. Sekalinya air sumur bor, kata Junaidi tertawa.

Begitulah yang terjadi di Warung Pojok. Pembicaraan warung kopi sering dimaknai datar-datar saja.

Dianggap pembicaraan tanpa makna. Mungkin ada benarnya anggapan itu. Bisa juga Warung Pojok jadi tempat diskusi realita yang terjadi saat sekarang.

Ichsan Rapi alias Daeng Iccang yang datang belakangan, tak banyak bicara. Dia hanya senyum-senyum mendengar diskusi warung kopi itu. Dia asyik menikmati mi kuah.

Daeng Iccang di Warung Pojok, padahal sebagian besar anggota DPRD sedang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Jakarta.

Saya tidak ikut Daeng, kata Daeng Iccang yang tercatat di Komisi III DPRD Berau, tanpa menyebut alasannya.

Dia justru banyak bercerita tentang pariwisata. Saya kan mencermati penyampaian Bupati Sri Juniarsih pada setiap kesempatan, kata Iccang.

Bupati menitik beratkan pengembangan pariwisata yang bisa diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Apa respons kita dengan harapan bupati itu? Ungkapnya.

Kita bicara pariwisata Daeng, dengan suara yang tidak nyaring. Kami duduk bersebelahan. Bisik-bisik pun akan terdengar.

Saya salah seorang yang ingin agar wajah pariwisata Berau lebih maju lagi, kata Daeng Iccang. Dia bicara pariwisata, walau di DPRD dia tercatat pada komisi III.

Bupati sangat sering menyuarakan bahwa pariwisata akan menjadi pengganti sumber PAD, kata dia.

Termasuk mengharapkan jadi leading ketika sektor pertambangan sudah berakhir. Pasca-tambang itu masih lama. Masih puluhan tahun lagi, imbuhnya.

Yang diperlukan, apa yang harus kita kerjakan sekarang merespons apa yang jadi harapan bupati.

Kita wajib kerja keras, katanya. Terutama yang diberi tugas menangani pariwisata dan kebudayaan.

Sudah adakah road map sebagai panduan mengarah pada keinginan bupati pada sektor pariwisata? Tambahnya penuh tanya.

Termasuk road map perjalanan budaya di daerah. Bagaimana cerita perjalanan sejarah Raja Alam, misalnya? Kata Daeng Iccang.

Jangan karena ada bayangan pengurangan anggaran, lalu semangat memajukan pariwisata ikut tergerus.

Begitulah. Warung kopi kadang membicarakan hal-hal yang membuat pengunjungnya tertawa. Namun sering saya mendengar para pelanggan Warung Pojok yang dilontarkan justru hal-hal kekinian. (sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
#Catatan #Daeng Sikra #opini