BERAU POST – Cuaca ekstrem kembali mengintai sejumlah wilayah di Kabupaten Berau.
Berdasarkan pantauan terbaru Citra Radar Cuaca BMKG, terdeteksi adanya awan hujan berintensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan dan diperkirakan dapat meluas ke beberapa kecamatan lainnya.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau, Ade Heryadi, menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang sedang melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Kami memantau adanya pembentukan awan hujan yang cukup signifikan di sejumlah wilayah. Potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang bisa terjadi sewaktu-waktu dalam waktu dekat,” ujarnya kepada awak media.
Sejumlah wilayah yang terdeteksi memiliki potensi hujan lebat mencakup hampir seluruh penjuru Berau, mulai dari daerah pesisir hingga pedalaman.
Yakni untuk Kecamatan Pulau Derawan (Pegat Batumbuk), Kecamatan Sambaliung (Tumbit Dayak, Long Lanuk, Inaran, Pegat Bukur, Rantau Panjang, Suaran, Pesayan, Bena Baru, dan Pilanjau).
Kecamatan Tabalar (Buyung-buyung dan Tabalar Muara), Kecamatan Kelay (Long Keluh, Long Lamcin, Long Duhung, Long Beliu, Muara Lesan, Lesan Dayak, Merasa, dan Sido Bangen).
Kecamatan Segah (Batu Rajang, Harapan Jaya, Bukit Makmur, Pandan Sari, dan Siduung Indah), Kecamatan Gunung Tabur (Tasuk, Birang, Gunung Tabur, dan Batu-Batu) serta di Teluk Bayur dan Tanjung Redeb.
“Tidak hanya itu, kondisi cuaca ekstrem ini juga berpotensi meluas kembali ke wilayah Segah, Kelay, Gunung Tabur, dan sekitarnya,” kata dia.
Selain curah hujan tinggi dan sambaran petir, BMKG juga mencatat adanya angin kencang dengan kecepatan mencapai 43 kilometer per jam.
Kecepatan ini cukup berbahaya, terutama bagi pengguna kendaraan roda dua, nelayan, serta pekerja bangunan dan pertanian yang berada di ruang terbuka.
“Kondisi angin seperti ini bisa menyebabkan pohon tumbang, dan kerusakan ringan lainnya. Jadi kami imbau masyarakat untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar atau bangunan yang tidak kokoh,” jelas Ade.
BMKG Berau mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca yang dapat diakses melalui aplikasi Info BMKG, media sosial resmi dari BMKG.
“Kami sangat menganjurkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh peringatan cuaca. Perubahan cuaca saat ini sangat cepat dan bisa membahayakan,” tambahnya.
Selain bahaya langsung dari petir dan angin, curah hujan tinggi dalam waktu singkat juga berpotensi menimbulkan banjir lokal, genangan air di jalan-jalan utama, hingga longsor di daerah dengan kemiringan lereng tinggi, terutama di wilayah pedalaman Berau seperti Kelay dan Segah.
Masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai (DAS), lereng bukit, serta kawasan rawan longsor diimbau untuk siaga dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika melihat tanda-tanda bahaya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi