BERAU POST – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau, Taupan Madjid, mengakui anggaran yang disetujui untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, jauh dari harapan.
Dari Rp 7 miliar, KONI mendapatkan Rp 3 miliar. Jumlah ini akan digunakan untuk babak kualifikasi (BK) dan persiapan Porprov.
“Kami menyadari keterbatasan fiskal daerah,” ujarnya.
Dijelaskan Taupan, idealnya untuk pembinaan dan keberangkatan atlet di 36 cabor, butuh dukungan maksimal. Saat ini kami harus putar otak untuk tetap bisa menjalankan semua program dengan anggaran yang ada.
Ia menyebut, kondisi tersebut memaksa KONI dan pengurus cabor untuk menerapkan efisiensi di berbagai sektor, termasuk logistik, pelatihan, hingga akomodasi atlet selama mengikuti tahapan BK di luar daerah.
“Kalau tidak diatur secara ketat, bisa jebol. Maka kami betul-betul menyesuaikan dengan prioritas dan efisiensi anggaran,” katanya.
Dengan adanya hal ini menurut Taupan akan menjadi suatu tantangan untuk para seluruh atlet yang akan mengikuti kualifikasi Porprov. Namun, menurutnya semangat atlet akan tetap terus ‘membara’ meski dengan anggaran anggaran yang terbatas ini.
“Kami akan terus memaksimalkan atlet untuk bisa terus memberikan hasil yang maksimal. Dan kita berharap agar semua atlet yang mengikuti setiap pertandingan bisa membuahkan hasil yang baik dan tentunya bisa mengharumkan nama Bumi Batiwakkal,” tuturnya.
Meskipun minim anggaran, Taupan berjanji, mengukir prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 mulai terasa di Kabupaten Berau.
Sejumlah cabang olahraga (cabor) telah memulai tahapan Babak Kualifikasi (BK) meski pelaksanaannya masih harus menyesuaikan jadwal yang ditentukan oleh masing-masing pengurus cabor di tingkat provinsi.
“Cabor seperti atletik sudah melaksanakan BK di Kutai Kartanegara, lalu panjat tebing dan beberapa lainnya juga sudah mulai jalan,” ujarnya.
Menurut Taupan, tahapan kualifikasi seharusnya sudah bisa diselesaikan pada dua bulan terakhir agar fokus pembinaan bisa segera diarahkan pada persiapan teknis menuju Porprov.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa sebagian cabor masih menunggu kepastian jadwal dari pengurus provinsi.
“Memang idealnya sekarang sudah selesai. Tapi kami harus menyesuaikan dengan keputusan pengurus provinsi. Ada yang masih proses, dan itu tentu harus kami ikuti,” jelasnya.
Meski begitu, KONI Berau tetap menunjukkan komitmennya untuk mendampingi seluruh cabor dalam setiap tahapan, termasuk mengatasi kendala teknis di lapangan dan menjembatani komunikasi dengan pihak provinsi.
“Kami terus berkoordinasi, baik itu soal jadwal, teknis pelaksanaan, maupun dukungan logistik agar semua bisa berjalan lancar,” tambahnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi