BERAU POST - Media massa dan wartawan berperan penting dalam menyampaikan informasi publik, terutama dalam konteks pengarusutamaan gender sangat penting agar masyarakat semakin teredukasi.
Sehingga Berau menjadi daerah yang adil, setara, sekaligus menjadi ruang aman bagi perempuan dan kaum marjinal.
Hal itu diperkuat dengan upaya Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau, dalam Sosialisasi Pengarusutamaan Gender (PUG) kepada Wartawan, di ruang rapat Sangalaki, Selasa (14/10).
Sosialisasi yang dibuka oleh Asisten I Setkab Berau, Hendratno tersebut mengundang Dr IipIlham Firman selaku Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Politik dan Hukum Deputi Kesetaraan Gender Kementerian PPA dan Dr Indra Kertati yang merupakan Direktur Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Pembangunan (LPPSP) sebagai narasumber.
Dikatakan Hendratno, peran media massa dan wartawan penting dalam menyampaikan informasi kepada publik, terutama pada konteks pengarusutamaan gender sangat penting agar masyarakat semakin teredukasi.
Memiliki kesadaran akan kesetaraan gender dan mendukung program-program berbasis kesetaraan gender, sehingga Berau menjadi daerah yang adil, setara, sekaligus menjadi ruang aman bagi perempuan dan kaum marjinal.
Media massa sebagai salah satu pilar demokrasi tentunya juga memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan kebenaran dan kepatutan.
Media massa dalam kapasitasnya memotret human interest dan sajian feature saya harapkan dapat mengedepankan topik-topik kesetaraan gender di Bumi Batiwakkal ini.
“Ada begitu banyak realitas dan fakta menarik, termasuk bagaimana DPPKBP3A terus berupaya melaksanakan program-program PUG secara simultan,” ucapnya.
Apalagi diketahui, membangun manusia tidak semudah membangun infrastruktur, dibutuhkan waktu yang lama dan konsistensi luar biasa dari seluruh stakeholder.
Untuk itu, pihaknya sangat mengharapkan dukungan dari media massa dan rekan-rekan wartawan, untuk bersama-sama bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan keseteraan gender di Kabupaten Berau tercinta sebagaimana Perda Nomor 1 Tahun 2024 Tentang pelaksanan Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah.
Pun lemerintah daerah ingin melaksanakan pembangunan yang adil sejak dalam pikiran hingga perbuatan dengan memenuhi berbagai kebutuhan kelompok rentan, menghilangkan kesenjangan, dan pemerataan pembangunan
Sosialisasi tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama DPPKBP3A Berau dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Berau yang di dalamnya memuat poin-poin dukungan pelaksanaan PUG.
Penguatan komitmen dan sinergitas pemerintah daerah bersama PWI, termasuk mendorong penyajian konten yang sensitif gender bebas dari stereotip, diskriminasi, dan kekerasan berbasis gender, serta memberikan ruang bagi suara perempuan dan kelompok rentan.
Sementara, Sekretaris DPPKBP3A, Halijah menyampaikan, sosialisasi ini menjadi salah satu upaya pihaknya dalam memperkuat pemahaman serta memperkuat peran serta pembangunan yang berperspektif gender.
Media memiliki peran strategis dalam agen perubahan yang mengarahkan pada isu kesetaraan gender, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan kebijakan yang inklusif.
"Diharapkan jurnalis dapat menjadi mitra aktif pemda dalam pemberitaan yang adil gender serta mengedukasi masyarakat luas," terangnya.
Sosialisasi ini juga menjadi wadah dialog dan berbagai komunikasi, antara pemkab Berau dengan insan pers. Agar pemahaman tentang konsep dan implementasi PUG dapat terbangun secara komprehensif.
"Dengan kolaborasi yang kuat antara pemda dan media diharapkan pembangunan di Berau semakin responsif terhadap kebutuhan antara perempuan dan laki-laki secara setara," terangnya.
Adapun tujuan pihaknya guna meningkatkan pemahaman media tentang prinsip PUG, mendorong peran aktif media dalam menyebarluaskan dan edukasi tentang kesetaraan gender di berbagai sektor pembangunan.
Memperkuat sinergi antara pemkab dan media dalam pelaksanaan program yang responsif gender.
"Kami juga ingin menjalin kemitraan dengan PWI Berau. Kami harap ini menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan. Media harus semakin aktif dalam mengangkat isu kesetaraan gender, perlindungan anak dan perempuan secara objektif dan edukatif," paparnya. (aja/hmd)
Editor : Nurismi