BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP), akan menyalurkan bantuan kambing kepada tiga kelompok tani. Penyaluran ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2025.
Kepala DTPHP Berau, Junaidi menyampaikan, sebelum penyaluran dilakukan, seluruh kambing terlebih dahulu ditampung di Kampung Labanan Makarti, Kecamatan Teluk Bayur, untuk proses karantina.
Langkah ini dilakukan agar kondisi kambing benar-benar siap sebelum diserahkan kepada kelompok penerima.
“Penyaluran rencananya dilakukan ke tiga kelompok, masing-masing di Kampung Pilanjau sebanyak 31 ekor, Tabalar Ulu 20 ekor, dan Purna Sari Jaya 26 ekor. Jadi totalnya ada 77 ekor,” sebutnya.
Adapun kambing yang disalurkan merupakan jenis peranakan etawa yang dikenal memiliki ukuran tubuh besar dan bisa diperah susunya.
Dari sisi ekonomi, jenis kambing ini dinilai lebih menguntungkan karena hasil susunya dapat dijual.
Namun, pengolahan susu kambing masih menjadi tantangan tersendiri bagi kelompok peternak.
“Produk susu kambing tidak bisa bertahan di suhu ruang, cepat basi, jadi harus disimpan di freezer. Di sisi lain produk olahannya juga belum ada, belum sampai ke tahap seperti mentega atau olahan lain,” ungkapnya kepada Berau Post, Selasa (14/10).
Menurutnya, jenis etawa dipilih karena lebih potensial dibanding kambing kacang. Meski kambing kacang lebih tahan terhadap cuaca, namun jenis tersebut cenderung pasif dan tidak bisa digembalakan di luar kandang.
Sementara untuk pengadaan sapi, pihaknya memastikan bahwa penyaluran telah selesai dilakukan sebelumnya.
Dijelaskannya, usulan bantuan kambing biasanya berasal dari kelompok masyarakat yang disampaikan melalui hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), maupun dari pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Berau.
Selain itu, beberapa kampung juga memiliki program pengadaan kambing melalui alokasi dana kampung (ADK).
“Seperti di Kampung Purna Sari Jaya Kecamatan Talisayan, mereka punya program pengadaan kambing dari ADK dan pengawasannya lebih ketat,” katanya.
Ke depan, DTPHP berencana mengarahkan pola penyaluran agar lebih melibatkan pemerintah kampung.
Skemanya, kambing akan dihibahkan ke kampung, kemudian diserahkan ke kelompok tani setempat. Dengan begitu, pengawasan dapat dilakukan lebih dekat dan berkelanjutan.
“Kami ingin ke depan hibahnya lewat kampung, agar pengawasan melekat di tingkat kampung,” ujarnya.
Dibebernya penyaluran kambing di Kampung Purna Sari Jaya telah direalisasikan. Bantuan kambing diserahkan secara resmi bersamaan dengan peringatan hari jadi kampung tersebut.
Selain tiga kampung penerima, pihaknya mencatat beberapa wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ternak kambing, salah satunya di Labanan Makarti dan Kayu Indah. Masyarakat didorong untuk terus mengembangkan usaha ternak, termasuk pembibitan.
“Di Kayu Indah ada beberapa warga yang sudah mampu mengembangkan kambing hingga ratusan ekor, bahkan memanfaatkan kotorannya untuk membuat pupuk cair organik (POC),” terangnya.
Ia juga menyebutkan adanya dukungan dari program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) Provinsi Kaltim yang turut membantu pengembangan peternakan di Kabupaten Berau. Program tersebut mencakup bantuan bibit kambing dan sapi untuk beberapa kampung.
“Di Pilanjau ada 100 ekor kambing dari program PDKT Provinsi Kaltim, sementara di Sukan Tengah ada bantuan 100 ekor sapi. Saat ini masih berproses, belum sampai pada tahap penyaluran,” pungkasnya. (aja/hmd)
Editor : Nurismi