BERAU POST - Musibah kebakaran yang melanda Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Kecamatan Segah menjadi perhatian serius dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau.
Peristiwa tersebut memunculkan keprihatinan sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh satuan pendidikan di Bumi Batiwakkal.
Sekretaris Dinas Pendidikan Berau, Ali Syahbana menyampaikan, kejadian itu menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah, terutama dalam hal pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
“Kami mengimbau seluruh sekolah untuk lebih memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan, termasuk memastikan ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap sekolah,” ujarnya, Senin (13/10).
Ali menjelaskan, keberadaan APAR bukan sekadar formalitas, tetapi kebutuhan dasar yang bisa menjadi alat penyelamat di saat genting.
Pasalnya, setiap sekolah seharusnya memiliki minimal satu unit APAR yang berfungsi dengan baik di setiap bangunan atau ruangan utama.
“Sekolah adalah tempat berkumpulnya banyak siswa dan tenaga pendidik. Jika terjadi kebakaran, risiko korban jiwa dan kerugian materi bisa sangat besar. Karena itu, perlengkapan seperti APAR harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, Disdik Berau sedang mempertimbangkan untuk menganggarkan pengadaan APAR bagi sekolah-sekolah yang belum memilikinya.
Terutama di wilayah terpencil atau pedalaman yang sulit dijangkau layanan pemadam kebakaran serta sekolah yang dekat dengan pemukiman.
“Ini akan kami bahas lebih lanjut. Kami berupaya agar seluruh sekolah bisa memiliki APAR secara merata, baik negeri maupun swasta,” tambahnya.
Menurutnya juga bahwa memang evaluasi terkait dengan APAR ini belum dilirik. Sehingga, ke depan penganggaran APAR bisa direalisasikan.
“Kami tidak ingin kejadian di SMP 1 Segah terulang. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini,” tutupnya.(aky/arp)
Editor : Nurismi