Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Road Race Bupati Cup 2025: Solusi Balap Liar dan Ajang Pembinaan di Berau

Beraupost • Sabtu, 27 September 2025 | 14:50 WIB
BALAP MOTOR: Event road race yang digelar beberapa waktu lalu ramai diminati peserta. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
BALAP MOTOR: Event road race yang digelar beberapa waktu lalu ramai diminati peserta. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST— Semangat sportivitas dan geliat dunia otomotif di Kabupaten Berau kembali menyala.

Pada tanggal 4 dan 5 Oktober 2025 nanti, Bumi Batiwakkal akan menjadi tuan rumah ajang balap bergengsi bertajuk Road Race Bupati Cup 2025.

Ajang kompetisi yang diharapkan dapat menjadi panggung prestasi sekaligus solusi dari maraknya aksi balap liar yang kerap meresahkan warga.

Event ini merupakan bagian dari Kejurprov (Kejuaraan Provinsi) Road Race Seri ke-7 Kalimantan Timur, yang diinisiasi oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Berau, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Berau.

Ajang ini tak hanya menampilkan para pembalap profesional, tetapi juga menjadi ajang pembinaan bagi atlet-atlet muda berbakat yang selama ini belum memiliki wadah resmi untuk menyalurkan kemampuan mereka.

Ketua IMI Berau, Noviar Ridwan, menjelaskan bahwa pelaksanaan event Road Race Bupati Cup 2025 ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga merupakan bentuk komitmen dalam menciptakan ruang aman, positif, dan terarah bagi generasi muda pecinta otomotif.

“Kami ingin menunjukkan bahwa semangat balap bisa disalurkan secara positif dan aman. Dengan adanya ajang resmi ini, tidak ada lagi alasan bagi anak-anak muda untuk terlibat dalam aksi balap liar yang hanya membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tegas Noviar saat diwawancarai pada Jumat (26/9).

Meskipun antusiasme tinggi menyambut gelaran ini, Noviar tak menampik adanya tantangan yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama yaitu ketiadaan sirkuit permanen di Kabupaten Berau.

Hal ini memaksa panitia untuk kembali menggunakan sirkuit non permanen di kawasan perkotaan, yang sebenarnya memiliki keterbatasan dalam hal keamanan dan kenyamanan.

“Kami masih menggunakan sirkuit non permanen karena Berau memang belum memiliki fasilitas sirkuit balap yang layak. Ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga tentang keselamatan. Sudah saatnya Pemkab Berau serius mempertimbangkan pembangunan sirkuit permanen sebagai bagian dari pengembangan olahraga otomotif daerah,” ujar Noviar.

Menurutnya, keberadaan sirkuit permanen bukan hanya menjadi solusi jangka panjang terhadap maraknya balap liar, tetapi juga bisa menjadi destinasi sport tourism yang berdampak pada perekonomian lokal.

Event-event otomotif seperti ini terbukti mampu menarik ratusan hingga ribuan peserta, kru, dan penonton dari luar daerah.

Dengan segala keterbatasan, gelaran Road Race Bupati Cup 2025 menjadi simbol bahwa potensi dan antusiasme masyarakat terhadap dunia otomotif di Berau sangat besar.

Kini tinggal bagaimana komitmen dari pemerintah dan sektor swasta untuk mendukung kemajuan olahraga ini secara berkelanjutan.

“Kami tidak akan berhenti menyuarakan pentingnya pembangunan sirkuit permanen. Ini bukan hanya impian para pecinta otomotif, tapi kebutuhan nyata yang akan berdampak positif untuk banyak aspek di Berau,” tutup Noviar. (aky/hmd)

Editor : Nurismi
#berau #road race #bupati cup