BERAU POST — Upaya meningkatkan kualitas ketenagakerjaan sekaligus menekan angka pengangguran di Kabupaten Berau, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), Zulkifli Azhari, menegaskan pentingnya proses rekrutmen yang transparan dan profesional.
Salah satu fokus utama yang kembali disoroti adalah praktik "orang dalam" yang masih kerap terjadi dalam proses penerimaan tenaga kerja di sejumlah perusahaan.
Ia memberi peringatan tegas kepada seluruh perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Berau, agar mengikuti aturan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketenagakerjaan.
"Kami tidak ingin lagi mendengar ada perusahaan yang melakukan perekrutan secara diam-diam atau berdasarkan kedekatan personal,” tegasnya.
“Proses rekrutmen harus dilakukan berdasarkan kualifikasi dan kualitas tenaga kerja, bukan relasi,” tambahnya.
Menurutnya, semua telah diatur dengan jelas bahwa minimal 80 persen tenaga kerja yang dipekerjakan oleh perusahaan harus berasal dari lokal Berau.
Namun, angka tersebut bukan sekadar kuota tanpa dasar, karena ada beberapa hal juga ditegaskan bahwa para tenaga kerja lokal tersebut harus memenuhi kualifikasi tertentu yang ditentukan oleh perusahaan dan sesuai dengan kebutuhan industri.
“Artinya, tidak bisa sembarangan juga. Perusahaan tetap punya hak untuk menyaring tenaga kerja berdasarkan kemampuan dan produktivitas. Tapi bukan berarti membuka celah untuk praktik tidak sehat seperti nepotisme,” tambahnya.
Tak hanya itu, Zulkifli juga menegaskan bahwa setiap perusahaan diwajibkan untuk melaporkan hasil rekrutmen tenaga kerja secara berkala kepada Disnakertrans.
Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa proses perekrutan berjalan sesuai prosedur dan untuk mencegah terjadinya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.
"Kami ingin semua prosesnya terbuka,” jelasnya.
Disnakertrans juga terus mendorong perusahaan untuk menjalin kerja sama aktif dengan pemerintah daerah, baik dalam bentuk pelatihan, program magang, hingga penyerapan tenaga kerja secara langsung.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka pengangguran yang masih menjadi tantangan di Berau. "Kami percaya, anak-anak Berau punya potensi besar," pungkasnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi