BERAU POST– Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir terus mendorong sejumlah agenda wisata daerah agar bisa masuk dalam Kalender Event Nasional (KEN).
Langkah ini dinilai penting untuk memperluas promosi pariwisata sekaligus mendongkrak ekonomi kreatif dan pelaku UMKM lokal.
Adapun,syarat utama sebuah kegiatan bisa masuk dalam KEN adalah konsistensi pelaksanaan. Event harus digelar minimal tiga tahun berturut-turut dengan jadwal tetap, sekaligus mampu menghadirkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil.
“Kita berupaya menarik minat wisata sebanyak mungkin melalui penyelenggaraan kegiatan. Paling tidak satu minggu sekali, ada event yang menghadirkan banyak UMKM. Semakin banyak orang datang, semakin besar dampak bagi ekraf dan UMKM,” jelasnya.
Ilyas menyebut ada empat kegiatan yang dinilai cukup kuat untuk diusulkan masuk KEN, yaitu Maratua Jazz, Bekudung Betiung, Pawai Budaya, dan Meja Panjang.
Selain itu, Abut Bassar Banua maupun Abut Barintak Festival di Kampung Gurimbang juga berpotensi jika konsisten digelar dan terbukti memberi dampak ekonomi.
Meski begitu, proses untuk masuk KEN tidak mudah. Disbudpar hanya berperan sebagai pendamping, sementara kewajiban melengkapi persyaratan ada di panitia penyelenggara masing-masing event.
“Penyelenggaralah yang harus aktif mengisi semua persyaratan secara online. Kami mendorong agar lebih proaktif. Kalau menurut kami, event yang ada di Berau sebenarnya sudah memenuhi syarat,” ujarnya.
Selain konsistensi dan dampak ekonomi, jumlah kunjungan wisatawan juga menjadi penilaian penting. Setiap event yang diusulkan akan ditinjau dari perputaran ekonominya, termasuk peningkatan pendapatan UMKM yang terlibat.
Data-data tersebut wajib disampaikan langsung oleh panitia penyelenggara kepada kementerian terkait.
“Kalau sudah memenuhi persyaratan, tahap selanjutnya adalah kurasi oleh kementerian. Dari Kaltim biasanya hanya diambil tiga event dari 10 kabupaten dan kota,” sebutnya.
Sebelumnya, event Maratua Jazz pernah menembus tiga besar seleksi di tingkat provinsi, namun belum berhasil masuk ke daftar resmi KEN.
Meski gagal, event tersebut sempat mendapat bantuan stimulan dana dari pemerintah untuk memotivasi panitia. Kini, panitia Maratua Jazz dinilai mampu mandiri dalam mencari dukungan pembiayaan.
Upaya menjadikan event Berau masuk KEN tidak semata untuk pengakuan saja, melainkan untuk keberlanjutan dampak ekonomi.
Masuknya agenda wisata daerah ke kalender nasional akan memperluas promosi, meningkatkan jumlah wisatawan, sekaligus memperkuat posisi Berau sebagai destinasi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami yakin Berau punya event yang cukup kuat untuk masuk KEN. Tinggal bagaimana panitia mengelola dan memenuhi seluruh persyaratan yang diminta pusat,” tutupnya. (aja/hmd)
Editor : Nurismi