Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Catatan Daeng Sikra: Cerita di Balik Terik Matahari dan Kekhawatiran Warga

Beraupost • Jumat, 1 Agustus 2025 | 17:55 WIB
Daeng Sikra
Daeng Sikra

KEMARIN (31/7), saya melayat di rumah duka tak jauh dari masjid di Sambaliung. Sahabat saya, Mangkona Odang meninggal dunia. Pernah menjadi anggota DPRD dan masih aktif sebagai pengacara yang dikenal bersahaja.

Keluarga besar KKSS, khususnya warga Kabupaten Wajo merasa terkejut atas meninggalnya salah seorang tokoh yang murah senyum itu.

Kami sangat terkejut, sebab, sehari sebelumnya sempat jumpa, tak ada tanda-tanda akan pergi meninggalkan kita semua.

Di rumah duka, bertemu para tokoh masyarakat di Kecamatan Sambalung, juga sahabat yang sekarang purna tugas sebagai ASN. Ada Pak Suparno Kasim dan Pak Abdul Rahman, mantan Sekretaris DPRD.

Dari rumah duka itu, di tengah panas terik mampir di sekitar Masjid At Taqwa. Di tempat reparasi sepatu. Ada yang sedang menunggu penyelesaikan sepatunya yang diperbaiki. Panas betul pak ya? Kata bapak-bapak berbadan gempal itu.

Lalu, Pak Jebbar, yang bekerja sebagai penjahit sepatu dan sandal itu bercerita akan kejadian di sekitar rumahnya beberapa hari lalu.

Hampir kebakaran, kata Jebbar. Warga yang kebetulan bersebelahan rumah sedang memasak. Lalu ia meninggalokan rumah dalam posisi pintu dikunci.

Sudah keliahatan asap dan bau gosong, kata Jebbar yang tinggal di sekitar Jalan Manunggal. Dia langsung berinisiatif menjebol pintu rumah dan memadamkan kompor yang sudah mulai menimbulkan api.

Ada kekhawatiran, bahwa kawasan Jalan Manunggal dan sekitarnya itu adalah perumahan padat penduduk.

Rumah berdempetan dan usianya sudah tua. Sedikit 'terjilat' api saja, sudah bisa merembet kemana-mana. Jangan sampai terulang lagi kebakaran yang pernah terjadi beberapa kali.

Dalam situasi Berau semakin panas sekarang ini, benar apa kata Bupati Sri juniarsih, warga perlu waspada akan terjadinya peristiwa kebakaran. Sebab, dalam sebulan terakhir ini, peristiwa kebakaran terjadi lebih dari dua kali.

Teman-teman di Warung Pojok justru menyarankan agar para ketua Rukun Tetangga (RT) yang berada dalam kawasan perumahan rawan kebakaran, turun ke lapangan mengingatkan warga.

Bila perlu, di dalam gang dibuatkan spanduk, agar warga waspada akan bahaya kebakaran.

Dalam catatan yang dipahami oleh warga yang menjadi pelanggan warung, ada banyak tempat yang dianggap rawan terjadinya kebakaran.

Selain di sepanjang Jalan Milono, kawasan lain sepanjang bantaran sungai di Jalan P. Diguna termasuk yang ada di wilayah Gunung Tabur dan Sambaliung.

Di wilayah kami, di Kecamatan Segah dan Kelay, semua anggota Polsek aktif menyuarakan kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Itu yang kami lakukan dalam memberikan pemahaman pada warga, kata Kapolsek di dua kecamatan itu yang tercatat sebagai pelanggan setia Warung Pojok.

Hingga kemarin, kondisi cuaca di Tanjung Redeb dan tiga kecamatan sekitar lebih panas dibanding hari-hari sebelumnya.

Sepertinya hari ini sekitar 37 derajat celcius Daeng, kata pengunjung warung sambil melihat petunjuk cuaca di telepon genggamnya.

Kalau saran dokter, untuk menghindari dehidrasi ataupun terjadinya perubahan pada permukaan kulit, sebaiknya lebih banyak berada di ruang yang tidak terkena matahari langsung. Dan satu lagi, harus lebih banyak mengonsumsi air putih.

Akibat cuaca panas, banyak warga yang mulai mengeluh kondisi kesehatannya mulai menurun.

Ada gejala demam dan batuk. Nyamannya apa ini Pak Daeng? Kata Andi yang tinggal di Jalan Mulawarman.

Paling nyaman makan ikan bakar dan tumis kangkung di warung yang ada di Jalan Gajah Mada, kata saya. (sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
#cuaca panas #Kabupaten Berau #Daeng Sikra