BERAU POST – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, mulai mempersiapkan agenda tahunan pawai budaya yang rencananya digelar pada Agustus 2025.
Berbeda dari tahun sebelumnya, pelaksanaan pawai tahun ini akan dilakukan lebih awal, tidak menunggu setelah Hari Jadi Berau.
Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan evaluasi dan pembenahan dari pelaksanaan tahun lalu.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penataan barisan peserta yang dianggap masih perlu diperbaiki.
“Evaluasi kami, yang paling penting itu kerapian. Ke depan, kami harap peserta dari pelajar, umum, OPD, dan paguyuban bisa dipisah. Jangan sampai tercampur, supaya pelaksanaannya lebih tertib,” ujar Ilyas saat ditemui di kantornya, Selasa (22/7).
Ia juga menyoroti durasi kegiatan yang kerap berlangsung terlalu lama akibat terlalu banyak nomor urut.
Hal ini, kata dia, cukup menyulitkan peserta, terutama dari kalangan pelajar yang harus menunggu lama di bawah terik matahari.
“Kalau bisa jangan sampai terlalu panjang urutannya. Kasihan anak-anak sekolah kalau harus menunggu sampai siang. Itu juga bagian dari evaluasi tahun lalu,” tambahnya.
Pawai budaya tahun ini masih akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari instansi pendidikan, organisasi perangkat daerah, paguyuban, hingga pemerintah kecamatan. Tahun lalu, tercatat sebanyak 74 kelompok ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Dirinya tetap menekankan, pawai budaya bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga bagian dari upaya pelestarian budaya lokal.
Menurut Ilyas, keberagaman budaya di Berau harus tetap dihormati, namun tidak mengabaikan akar budaya daerah itu sendiri.
“Berau ini kaya budaya. Dalam pawai, kita beri ruang budaya lain untuk tampil, tapi jangan sampai budaya asli Berau justru tenggelam,” ujarnya.
Terkait tema, pihaknya belum mengumumkan secara resmi, namun akan tetap mengusung semangat keberagaman dan kekayaan budaya daerah. Saat ini tim juga tengah menyusun teknis pelaksanaan pawai budaya.
Ia berharap seluruh peserta yang akan ikut dapat menampilkan ciri khas masing-masing dengan tetap memperhatikan ketertiban.
Untuk diketahui, pawai budaya merupakan salah satu agenda rutin tahunan menarik perhatian masyarakat.
Ribuan warga biasanya memadati rute pawai untuk menyaksikan atraksi seni, pakaian adat, hingga penampilan budaya dari berbagai suku yang ada di Berau. (aja/hmd)
Editor : Nurismi