Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Parlementaria Polhukrim Ekonomi Kombis All Sport Gaya Hidup Makan-Makan Entertaiment

Jam Malam

Beraupost • Senin, 21 Juli 2025 - 23:10 WIB
Daeng Sikra
Daeng Sikra

DUA malam ini, saya di warung kopi ‘Ujung Lorong’ asuhan Fendi. Mengantarkan oleh-oleh kopi Arabica. Beli di Bindawood Mart, Makkah. Kopi bubuk. Bukan kopi bijian.

Saya salah jemput Fen, kata saya. Saat melihat deretan kopi di etalase, saya ingat teman saya yang jualan kopi. Awalnya, setelah meraba, mau mengambil kopi bijian. Rupanya terbawa kopi bubuknya.

Apa sekalian mau dicoba? Kata Pendi tersenyum, sambil mencermati keterangan pada kemasannya. Ia pun menyebut, kalau jenis kopi itu sering digunakan di Turki.

Maksudnya Turkish Coffee. Kopi yang menggunakan ibrik dimasukkan ke dalam air yang dipanaskan di atas pasir panas. Boleh, pakai susu ya? Kata saya.

Padahal, saya menghindari minum kopi. Apalagi di malam hari. Sudah saya bayangkan dampaknya. Pasti tidur terganggung. Sekali-sekali tak apalah.

Apalagi kopi saya bawa jauh-jauh dari tanah suci. Rasanya memang nikmat. Dampaknya juga luar biasa. Kada kawa guring.

Malam berikutnya, saya ke warung kopi itu lagi. Baru masuk pintu, Fendi sang barista, sudah senyum-senyum.

Dia sepertinya tahu, kalau dampak minum kopi malam sebelummnya. Kacau Fen, nda bisa tidur, kata saya.

`Warung kopi ujung lorong itu, malam hari jadi markas komando nya teman-teman Satlantas. Apa karena lokasinya yang strategis.

Tak jauh dari kantornya yang satu jalur di Jalan Pemuda. Atau memang para polisi itu cocok dengan minuman racikan Pendi.

Banyak yang berkumpul malam itu. Bukan hanya anggotanya. Tapi, kasatnya sendiri dengan pakaian dinas lengkap ikut nimbrung. Datang dengan mobil patwal. Ngobrollah seperti biasa.

Kebetulan malam itu, ada agenda ngopi bareng dengan Satlantas Polres Berau. Saya diajak berkomentar sekitar operasi patuh.

Itu perbincangan di teras warung yang disiapkan bagi perokok. Di ruang dalam ber-AC. Tidak boleh merokok. Pemilik warungnya juga tidak merokok. Dulu dia perokok berat

. Biasanya, mengetik berita sambil merokok. Sekarang, demi kesehatan dia berhenti merokok.
Di ruang ber AC ini, pembicaraan agak serius. Mereka membahas soal keinginan bupati memberlakukan jam malam.

Seperti apa konsep yang diinginkan bupati itu Daeng, kata salah seorang dari mereka. Maksudnya konsep jam malam itu.

Saya sendiri tidak paham betul keinginan bupati itu. Apa karena dikaitkan dengan munculnya masalah serius? Atau ada masalah lain. Dan, cara mengantisipasinya dengan memberlakukan jam malam.

Jam malam artinya, ada batasan waktu bagi anak usia sekolah atau usia tertentu, agar tidak lagi berada di luar rumah pada jam yang ditentukan. Atau dengan sebutan lain, mereka wajib di rumah pada jam 22.00 Wita. Mungkin itu maksudnya.

Ngalih Daeng, katanya lagi. Coba hitung. Berapa banyak kafe yang ada di Tanjung Redeb. Belum termasuk sepanjang Tepian Segah.

Adakah penetapan jam berapa kafe itu harus tutup? Bisa dilihat, siapa-siapa saja yang jadi tamu kafe setiap malamnya. Kan, rata-rata anak muda. Termasuk anak-anak yang masih usia sekolah.

Kalau jam malam mau ditetapkan. Tetapkan dulu jam operasi kafe yang jumlahnya banyak itu. Seperti salah satu kafe di Jalan Murjani dekat lapangan basket. Atas pertimbangan jam bekerja karyawannya, sebelum jam 23.00 Wita, kafe wajib tutup.

Di Tanjung Redeb juga ada tempat hiburan malam. Termasuk di Sambaliung dan Teluk Bayur. Adakah pemeriksaan ketat, larangan bagi usia sekolah untuk datang. Bisa dimulai dari situ.

Satpol PP bilang, siap menjalankan asal sudah ada aturan yang jelas. Keinginan bupati itu sudah masuk isyarat awal.

Bukan hanya anak usia sekolah yang wajib menjalankan jam malam Daeng, tambahnya. Kita-kita ini, yang notabene sudah di atas usia 40 tahun, perlu memberlakukan jam malam sendiri-sendiri.

Pertimbangan demi kesehatan. Pertimbangan lain, menghindari agar bini di rumah kada merangut,tambahnya. Sayangnya warung kopi ujung lorong, bukanya sampai lewat tengah malam. (sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
#kopi #Berau Post #jam malam #Daeng Sikra #opini