Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Janjian di Pintu 338

Beraupost • Selasa, 8 Juli 2025 | 12:25 WIB
MASJID NABAWI: Di pintu 338 ini jadi tempat bertemu jemaah agar tidak terpisah. (DOK PRIBADI)
MASJID NABAWI: Di pintu 338 ini jadi tempat bertemu jemaah agar tidak terpisah. (DOK PRIBADI)

SUHU udara mendekati angka 40 derajat saat kami keluar terminal Bandara Internasional Muhammd bin Abdul Aziz di Madinah.

Waktu tempuh sekitar tiga jam dari Bandara Istanbul Turki. Soal perbedaan cuaca ini yang membuat peserta umrah berkomentar setelah menikmati sejuknya Kota Istanbul. Kini merasakan udara panas di Madinah.

Biasanya setibanya di satu bandara menikmati suasana sekitar, hari Sabtu lalu itu saya langsung ke bus besar yang sudah menunggu.

Ulun baru mau berangkat ke Turki sore Daeng, kata Eko mantan ajudan wakil bupati yang sekarang bertugas di kantor PUPR. Dia juga umrah bersama keluarga kecilnya. Umrah plus Turki.

Padahal saat di Berau sudah janjian bisa ngopi bareng di Turki. Ngopi dan roti celup sambil memandangi wajah cantik gadis Turki.

Menjelang magrib. Bus yang terlihat ingin tiba tepat waktu di hotel bintang empat Dar Aleiman Al-Haram, harus mutar tiga kali. Sang sopir salah belok, kata tour guide.

Beruntung jarak hotel dan Masjid Nabawi tidaklah jauh. Ujar guidenya, bila terpeleset jatuhnya di halaman Masjid Nabawi.

Karena ada jemaah perempuan, diberi petunjuk memasuk pintu yang berbeda. Yang berangkat pasangan suami istri memang harus pisah tempat.

Di tempat kami menginap, masih terlihat jemaah haji asal embarkasi Batam dan Jawa Timur. Waktu menunggu di Madinah itu dimanfaatkan untuk lebih banyak ibadah.

Patokan kita menara saja Daeng, kata teman dalam menentukan jalur ke Masjid Nabawi. Biasanya patokan untuk jemaah laki-laki, kita ambil petunjuk menara. Bisa juga dengan cara yang sama di film sinetron.

Pakai saja nomor pintu. Itu usulan salah seorang jemaah. Usulan itu menarik juga. Janjian saja jumpanya di pintu 338, usul saya.

Menarik juga pak, kata pasangan suami asal Jawa Barat. Belakangan dia bercerita sebagai karyawan bank. Aku menanti di pintu 338, mungkin begitu persisnya.

Nikmat rasanya saling menunggu. Tapi lebih nikmat lagi merasakan salat di Masjid Nabawi.

Apalagi semalam, penuh perjuangan untuk bis memasuki wilayah Raudah. Tempat yang sangat diidamkan.

Saya beruntung bisa melaksanakan rangkaian salat di antara mimbar dan makam Nabi Muhammad SAW

Dari masjid Nabawi, pulang sendirian berjalan kaki. Tidak melewati pintu 338. Tak ada seseorang yang menantiku di sana. (sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
#umrah #Berau Post #Daeng Sikra #opini #madinah