Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Berau Siap Jadi Lumbung Ternak! DTPHP Berau Targetkan Swasembada Hewani di 2 Kampung

Beraupost • Senin, 7 Juli 2025 | 14:35 WIB

 

Kepala DTPHP Berau, Junaidi. (SENO/BP)
Kepala DTPHP Berau, Junaidi. (SENO/BP)

BERAU POST - Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Junaidi, yang dikonfirmasi Minggu (6/7), mengaku ada dua kampung yang siap untuk menjadi wadah swasembada hewani.

Dikatakan Junaidi, Kabupaten Berau, melalui DTPHP Berau, menerima bantuan hibah dari program provinsi.

Berupa bantuan ternak sapi 100 ekor untuk 2 kelompok tani ternak yang ada di kampung Sukan, dan 100 kambing kelompok yang sama di Per

ayan tahun 2025 di kenal dengan nama Program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT).

“Dari bantuan tersebut, diharapkan bisa menjadi swasembada ternak,” ucapnya.

Disisi lain, dari program APBD II, akan ada bantuan untuk 60 ekor sapi. Namun masih belum ditentukan wilayah mana yang akan menerima.

“Iya nanti saya tanya kabid dulu,” ujarnya.

Diketahui, Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji membuka Rapat Konsultasi dan Koordinasi Teknis Daerah (Rakontekda) Pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan di Hotel Platinum, Balikpapan, Rabu (2/7) lalu.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim dan diikuti kepala OPD se-Kaltim, pemangku kepentingan dan para pelaku usaha peternakan.

Seno Aji menekankan pentingnya kolaborasi antardaerah untuk mencapai swasembada pangan, khususnya daging dan telur di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk Kaltim yang kini telah melampaui 4 juta jiwa.

"Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, kami mengapresiasi Rakontekda ini sebagai bentuk konsolidasi dan sinergi antara kabupaten/kota. Kita ingin program seperti Desa Korporasi Ternak (PDKT) tidak hanya jadi slogan, tapi benar-benar menghasilkan target konkret tiap tahun," ucap Seno Aji.

Ia mengungkapkan, kebutuhan daging ruminansia di Kaltim masih bergantung pada pasokan luar daerah hingga 55 persen.

Begitu pula produksi ayam dan telur yang belum mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Kita baru mampu memenuhi 34 persen kebutuhan telur. Ini artinya ada kekurangan 66 persen, sekaligus peluang besar bagi peternak lokal," terangnya. (hmd)

Editor : Nurismi
#ternak #sapi #kelompok tani