ADA tulisan Ayasofia. Juga ada Hagia Sofia. Bangunan abad 6 yang difungsikan jadi masjid pada 1935, sebelumnya sebagai gereja Ortodok Timur.
Hari Jumat (4/7) lalu, saya bersama rombongan jemaah umrah Payung Madinah menjalankan ibadah Salat Jumat.
Banyak jalan menuju Ayasofia. Wisatawan dari berbagai negara, termasuk dari Korea dan Jepang terlihat berjalan kaki di jalur yang kami lewati.
Berjalan kaki berawal dari depan Warung Makan Bu Deden (Warung Indonesia). Melelahkan di jalan kecil mendaki. Napas pagat-pagat.
Tidak mudah memasuki ruang tengah masjid. Ada empat X-ray ditempatkan pada pintu masuk.
Barang bawaan diperiksa dengan sangat ketat. Petugas yang tidak pernah tersenyum.
Karena hari Jumat ada pengecualian. Yang bukan muslim, belum diizinkan. Nanti setelah Salat Jumat barulah wisatawan diperbolehkan.
Memasuki pintu utama setelah wudu, ada lemari alas kaki. Bernomor tapi tidak berkunci. Padahal waktu masih tersisa satu jam. Saf terdepan terisi penuh.
Banyak jamaah merekam dengan kamera handphone suasana masjid. Merekam detail bangunan yang kabarnya diselesaikan dalam tempo lima tahun. Saya juga ikut merekam.
Bersyukur bisa merasakan Salat Jumat di masjid yang paling ikonik di Istambul,Turki. Meresapi merdunya suara azan. Pun ketika khatib berada dimimbar.
Usai salat, di pintu masuk ratusan warga yang antre untuk masuk. Entah dari mana saja asal negaranya. Ada wajah eropa. Banyak juga wajah Asia. Masya Allah, kata teman setiap berpapasan wanita Turki yang cantik-cantik.
Usai salat Jumat, berjalan kaki menuju bus yang menunggu di sekitar Warung Bu Deden.
Tertarik dengan Dondurma, dessert ikonik di Turki. Nah, akhirnya ketemu juga, kata saya dalam hati.
Saya punya niat mengacak-acak ‘Cone’ alias kerucut es krim. Tehnik mempermainkan pembeli itu yang menarik.
Lima menit saya dipermainkan penjualnya. Kada wani mengacak conenya. Akhirnya dia mengalah. Terakhir ditawarkan es krim rasa apa? Saya tunjuk saja rasa strawbery.
Sebelum meninggalkan kawasan Ayasofia, mampir makan siang di Warung Bu Deden. Warung Indonesia dengan menu Turki. Kecuali sambal terasinya. (sam)
@daengaikra.id