Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Inovasi Pariwisata Berau: Pokdarwis Sumping Nusa Kembangkan UMKM dan Terapkan Eco-Trip

Beraupost • Senin, 30 Juni 2025 | 09:35 WIB
TERUS BERKEMBANG: Pokdarwis Sumping Nusa Kampung Pulau Derawan ingin semakin serius meningkatkan pengembangan wisata sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan. (POKDARWIS)
TERUS BERKEMBANG: Pokdarwis Sumping Nusa Kampung Pulau Derawan ingin semakin serius meningkatkan pengembangan wisata sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan. (POKDARWIS)

BERAU POST – Sejak merintis pada 2017, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sumping Nusa di Kampung Pulau Derawan terus berkembang.

Pada 2024 lalu, mereka meraih prestasi di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024, sebagai juara III kategori Digital dari lebih 6.000 desa se-Indonesia.

Keberhasilan ini mendorong mereka semakin serius mengelola wisata, seperti diving, snorkeling, dan UMKM, sekaligus menangani sampah.

Disampaikan Sekretaris Pokdarwis Sumping Nusa, Noni Aryanti, Pokdarwis Sumping Nusa telah mengembangkan sekitar 125 UMKM lokal, meliputi jajanan, kue, kerajinan tangan, oleh-oleh, hingga catering, semuanya untuk memenuhi permintaan pengunjung.

Bahkan, paket wisata yang dikelola Pokdarwis Sumping Nusa kini sudah bisa dipesan dengan mudah melalui berbagai platform daring seperti Traveloka.

Maupun melalui pesan langsung di Instagram. Pun pengunjung bisa memesan langsung lewat agen perjalanan lokal yang telah menjalin kerja sama dengan Pokdarwis.

Pilihan paket pun beragam, mulai dari yang menawarkan penginapan standar hingga homestay yang langsung dikelola masyarakat setempat.

Harga paket wisata dipatok mulai dari Rp 850 ribu, tergantung durasi, fasilitas, dan jenis aktivitas yang dipilih.

Namun, berbeda dengan paket wisata lain yang berfokus pada harga kompetitif, Pokdarwis Sumping Nusa menetapkan tarif sedikit lebih tinggi. Hal ini bukan tanpa alasan.

Setiap pembelian paket wisata, secara otomatis turut menyumbang biaya untuk kegiatan konservasi lingkungan yang dikelola secara langsung oleh Pokdarwis.

Salah satunya adalah untuk mendukung rehabilitasi terumbu karang yang rusak di kawasan Taman Sabenga, kawasan wisata bawah laut yang menjadi andalan di Pulau Derawan.

"Kami memiliki program sumbangsih untuk merehabilitasi koral. Seperti pengembangan dan pemeliharaan koral yang sudah ada di Taman Sabenga," ucapnya.

Tak hanya itu, ada pula kontribusi untuk konservasi pohon kelapa di sekitar pulau. Ide ini lahir dari keinginan menjadikan setiap kunjungan wisatawan tak sekadar menikmati alam.

Tapi juga ikut meninggalkan jejak positif untuk keberlangsungan lingkungan Pulau Derawan.

"Langkah inovatif lain adalah penanaman satu pohon kelapa untuk setiap paket trip yang dibeli melalui platform digital," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika menyampaikan, di sektor pengelolaan sampah, Pokdarwis berkolaborasi dengan Non Government Organization (NGO) dan menggandeng Pemkab Berau, serta akademisi.

Berdasarkan data mereka, Pulau Derawan menghasilkan sekitar 11,16 ton sampah non-rumah tangga per tahun, khususnya dari restoran dan akomodasi.

Kampung Pulau Derawan juga mendapatkan bantuan lahan untuk lokasi Tempat Pengelola Sampah (TPS) Reduce, Reuse, and Recycle (3R) dengan luas sekitar 20 x 20 meter.

Fasilitas ini dirancang untuk edukasi dan pemilahan sampah organik dan non-organik, serta menjadi kantor pengumpul sampah sebelum diangkut ke Tanjung Batu.

Dia berharap, dibangunnya TPS 3R ini nantinya bisa membuat masyarakat teredukasi terkait sampah organik dan non organik.

"Jadi, pada saat proses pembuangan sampah sudah bisa dipilah. Yang mana sampah yang bisa didaur ulang dan tidak," ujarnya.

Dengan inovasi ini, Pokdarwis Sumping Nusa telah menunjukkan bagaimana kelompok desa bisa mengelola wisata sekaligus lingkungan. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
#Anugerah Desa Wisata Indonesia #pulau derawan #pokdarwis #umkm #wisatawan