Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Penyuluh Islam Berau Lampaui Target Kemenag RI, Fokus Tebarkan Moderasi Beragama

Beraupost • Senin, 16 Juni 2025 | 07:45 WIB

 

Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiono
Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiono

TANJUNG REDEB – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Berau, Kabul Budiono, menanggapi kebijakan Kemenag RI terkait peningkatan peran Penyuluh Islam di berbagai daerah.

Meski surat edaran resmi belum diterima, ia menegaskan para penyuluh di Berau telah menjalankan tugas melebihi target.

“Edaran resmi terkait kewajiban penyuluh memberi penyuluhan kepada 100 orang sampai saat ini belum kami terima,” ujar Kabul, beberapa waktu lalu.

Lebih rinci, meskipun tanpa edaran tersebut, seluruh penyuluh islam di bawah naungan Kemenag Berau, telah melaksanakan penyuluhan kepada lebih dari 100 orang per periodenya.

Menurutnya, para penyuluh Islam di Berau aktif memberikan bimbingan ke berbagai kelompok masyarakat, termasuk dalam bentuk pelayanan konsultasi, khutbah Jumat, hingga pembinaan ke Majelis Taklim dan rumah tahanan.

“Tugas yang diemban penyuluh cukup luas, dari bimbingan kelompok, konsultasi individu, hingga pembinaan di Rutan,” jelasnya.

Kabul juga merinci jumlah penyuluh di wilayah Berau saat ini. Tercatat ada 12 penyuluh PNS, 31 penyuluh non-PNS, dan 18 penyuluh dengan status PPPK yang tersebar di berbagai kecamatan, kecuali di Kecamatan Biatan dan Kelay.

“Alhamdulillah, dengan jumlah penyuluh yang ada, kami merasa hal tersebut sudah cukup,” ungkapnya.

Ia pun menaruh harapan besar agar para penyuluh terus berperan aktif dalam membina umat dengan mengedepankan prinsip moderasi beragama.

“Harapan kami, para penyuluh melaksanakan perannya dengan selalu mengedepankan prinsip moderasi beragama — tidak berlebihan, tidak ekstrem, dan penuh toleransi,” ujarnya.

Kabul menekankan bahwa keberadaan penyuluh Islam sangat penting dalam menjaga harmoni masyarakat. Ia berharap kegiatan penyuluhan membawa kesejukan dan kedamaian di tengah masyarakat.

“Dengan semangat ini, peran penyuluh diharapkan bisa terus maksimal dan memberi dampak positif bagi kehidupan keagamaan di Berau,” tutupnya.

Dilansir dari Jawapos, Kementerian Agama (Kemenag) membuat aturan kinerja baru bagi para penyuluh agama Islam.

Capaian kinerja mereka saat ini adalah memberikan layanan penyuluhan kepada seratus orang dalam satu semester atau enam bulan.

Penekanan capaian kinerja itu bagian dari meningkatkan layanan yang berdampak serta terukur. Kegiatan layanan penyuluhan juga tidak boleh sekadar formalitas, tetapi harus menjadi instrumen perubahan nyata di tengah masyarakat dari aspek keagamaan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan, mereka sedang upayakan model penyuluhan yang mampu mengubah.

“Bukan sekadar hadir dan berbicara, tetapi terukur, terdata, dan bisa dipertanggungjawabkan hasilnya,” ujar Abu dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, kinerja penyuluh agama Islam dapat diidentifikasi melalui data yang jelas dan terukur.

Salah satu indikatornya, kemampuan penyuluh untuk menjangkau minimal 100 orang dalam satu semester kerja. Dengan pendekatan kinerja itu hasil pelayanan dapat diukur dan dinilai dampaknya.

"Ada target sasaran, indikator keberhasilan, dan capaian yang bisa diukur," pungkasnya. (sen/hmd)

Editor : Nurismi
#islam #Kemenag Berau #penyuluh #Kabupaten Berau