TANJUNG REDEB – Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama dalam keperluan perjalanan ke luar negeri baik untuk umrah, wisata, pendidikan, maupun pekerjaan, ternyata masih banyak warga yang belum memahami secara menyeluruh prosedur dan persyaratan pembuatan paspor.
Menanggapi hal ini, Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tanjung Redeb di bawah kepemimpinan Kepala Kantor, C. Catur Apriyanto, terus menggencarkan upaya sosialisasi kepada masyarakat luas.
Menurut Catur, meskipun imbauan, pengumuman, hingga konten edukatif telah berulang kali disebarluaskan melalui berbagai saluran komunikasi, tidak sedikit masyarakat yang datang ke kantor imigrasi tanpa membawa dokumen yang lengkap, atau bahkan masih belum mengetahui apa saja yang menjadi syarat utama dalam mengurus paspor.
“Memang harus diakui, masih banyak warga yang datang ke kantor kami tanpa pemahaman yang cukup. Ada yang tidak tahu perbedaan antara paspor biasa dan elektronik, ada juga yang tidak membawa dokumen seperti KTP elektronik atau KK asli yang seharusnya wajib dibawa,” ujarnya kepada awak media ini.
Kantor Imigrasi Tanjung Redeb kini tidak hanya menunggu pemohon datang, tetapi juga aktif ‘jemput bola’ agar masyarakat lebih paham apa saja syarat untuk pembuatan paspor.
“Target utama kami adalah menciptakan pelayanan publik yang efisien, humanis, dan transparan. Salah satunya dengan meningkatkan literasi masyarakat soal layanan keimigrasian,” lanjut Catur.
Ia menambahkan bahwa edukasi soal ini terus digaungkan melalui media sosial resmi kantor imigrasi, dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
“Kami juga membuat konten yang berkaitan dengan pembuatan paspor agar masyarakat tidak bingung. Tinggal buka ponsel dan lihat panduannya. Bahkan kami buka layanan konsultasi online bagi yang ingin bertanya terlebih dahulu sebelum datang,” jelasnya.
Dengan terus dilakukannya sosialisasi yang masif dan intensif, Kantor Imigrasi Tanjung Redeb berharap tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap prosedur pembuatan paspor bisa meningkat secara signifikan. Catur pun menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak imigrasi dan masyarakat.
“Kami ingin seluruh lapisan masyarakat merasa nyaman dan terbantu. Jadi, mari manfaatkan layanan yang ada, dan jangan ragu untuk bertanya. Lebih baik bertanya sekarang daripada tertunda nanti karena dokumen tidak lengkap,” pungkasnya (aky/hmd)
Editor : Nurismi