TANJUNG REDEB – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, terus melakukan langkah-langkah strategis, yakni menggenjot penguatan personel.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, menegaskan bahwa kesiapan personel menjadi fondasi utama dalam penanggulangan bencana, baik yang bersifat tiba-tiba seperti kebakaran maupun yang bisa diprediksi seperti banjir musiman.
“Kami menyadari bahwa kemampuan dan kesiapsiagaan personel adalah kunci dalam menanggulangi bencana secara cepat dan tepat. Maka dari itu, kami terus lakukan penguatan, mulai dari pelatihan teknis hingga simulasi penanganan lapangan,” ungkap Nofian.
Penguatan yang dimaksud tidak hanya berupa peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun sistem koordinasi yang responsif antarlembaga.
Nofian menjelaskan, dalam beberapa kejadian bencana seperti banjir atau kebakaran pemukiman, kecepatan respons seringkali menjadi pembeda antara penyelamatan dan kerusakan besar.
“Personel kami harus tahu persis apa yang harus dilakukan dalam menit-menit pertama ketika bencana terjadi. Itu kenapa pelatihan dan simulasi kami tekankan, termasuk bagaimana berkoordinasi dengan TNI, Polri, Damkar, dan relawan,” tambahnya.
Ia juga mengakui bahwa tantangan di lapangan tidaklah ringan. Misalnya, dalam kejadian kebakaran yang sempat terjadi beberapa hari lalu, personel harus bergerak cepat dalam kondisi akses jalan yang sulit dan dukungan peralatan yang masih perlu ditingkatkan.
Wilayah Kabupaten Berau memiliki sejumlah titik rawan bencana, khususnya banjir saat musim hujan dan kebakaran saat musim kemarau.
Nofian menyebutkan bahwa berdasarkan pemetaan risiko BPBD, beberapa wilayah langganan banjir seperti Kecamatan Segah dan Kelay menjadi fokus utama penguatan.
“Kita tidak bisa menghindari bencana, tapi kita bisa meminimalkan dampaknya. Itulah pentingnya pengetahuan dan keterampilan personel dalam membaca situasi dan melakukan tindakan mitigasi sedini mungkin,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa kebakaran lahan dan pemukiman juga perlu menjadi perhatian bersama, terutama menjelang musim kemarau yang diprediksi akan terjadi beberapa bulan ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Nofian juga menyinggung soal kebutuhan tambahan peralatan dan sarana pendukung penanggulangan bencana.
Menurutnya, masih ada beberapa perlengkapan yang belum memadai, terutama dalam mendukung operasi di medan sulit.
Namun demikian, pihaknya tetap optimistis ke depan seluruh peralatan bisa diperbarui dan dapat mempermudah personel dalam mengadapi bencana.
“Harapannya ke depan bisa lebih ditingkatkan, agar pelayanan kebencanaan di Berau bisa semakin profesional dan cepat,” pungkas Nofian (aky/hmd)
Editor : Nurismi