Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Mutasi Chamber

Beraupost • Rabu, 14 Mei 2025 - 15:35 WIB

Daeng Sikra
Daeng Sikra

ADA catatan Kadek Wirawan yang dibuat 7 April lalu. Dia menuliskan seorang warga Pulau Derawan meninggal dunia, terindikasi mengalami Decompression Sickness. Korban meninggal di RSUD Abdul Rifai pada 4 April lalu. Sehari setelah kejadian.

Saya memahami catatan yang dibuat secara terbuka oleh Kadek yang sudah lama berdomisil di Pulau Derawan dan Maratua. Kita sangat memerlukan Recompression Chamber, kata Kadek dalam catatannya.

Bukan Berau tidak punya alat itu. Berau punya alat yang harganya mahal itu, tapi seperti tidak punya. Alat itu ada tapi tak bisa dioperasikan. Artinya, punya alat tapi sama saja tidak punya.

Siapapun yang terindikasi mengalami Decompression Sickness, bisa tertolong melalui terapi Chamber itu.

Bagi wisatawan mancanegara yang ingin menikmati keindahan bawah laut di Pulau Maratua dan sekitarnya, yang pertama ditanyakan apakah di Berau memiliki fasilitas Chamber.

Kalau jawabannya Berau punya alat itu dan tersimpan di Puskesmas Tanjung Batu, maka wisatawan tidak ragu untuk datang menyelam.

Saya pernah berbincang dengan salah seorang instruktur chamber, menyebutkan bila terjadi kasus decompression, si korban hanya punya waktu 8 jam. Dia menyebut golden time-nya 8 jam. Kalau tidak bisa ditangani dalam waktu 8 jam itu, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

Enam tahun lalu, ada warga negara Italia yang lama tinggal di Derawan. Pagi dia menelepon minta bantuan agar bisa menggunakan chamber yang ada di Tanjung Batu.

Help me Pak Sikra, begitu kalimat singkatnya. Dia mengaku terkena Decompressi setelah melakukan penyelaman.

Dilema juga saat itu. Harus menolong jiwanya, sementara operator Chamber di Tanjung Batu tidak berani mengoperasikan. Singkat cerita, operator nekad memberanikan diri.

Mengoperasikan chamber demi warga negara asing asal Italia itu. Jiwanya bisa diselamatkan.

Dari lanjutan catatan Kadek Wirawan yang dimuat di media sosial itu, berharap dengan sangat agar fasilitas chamber di Tanjung Batu bisa difungsikan kembali.

Kalau ada pasien decompressi, tidak mungkin dirujuk ke Balikpapan melalui perjalanan darat, kata Kadek dalam catatannya. Golden time versi Kadek dalam menangani korban decompressi hanya 3 jam.

Chamber di Tanjung Batu adalah bagian dari fasilitas ketika Berau mendapat jatah cabang olahraga air arena PON, dimana Kaltim jadi tuan rumah. Ditempatkanlah alat itu di Puskesmas Tanjung Batu yang dinilai posisinya strtegis.

Sempat dioperasikan. Saya juga sempat merasakan bagaimana suasana menjalani terapi chamber itu. Bukan karena terserang decompressi. Kata operatornya, bisa mengembalikan kulit kendor jadi kencang kembali.

Juga bisa menyembuhkan luka karena diabetes. Bisa terlihat lebih muda. Haha.
Alat itupun sempat jadi masalah hukum. Entah kaitan pengadaannya atau hal lain.

Sejak saat itulah, chamber menjalani 'tidur panjang'. Tidak pernah dioperasikan lagi. Sang operator yang tenaganya terbilang langka, juga meninggalkan Berau.

Saya pernah membaca berita beberapa bulan lalu, bahwa ada rencana chamber di Tanjung Batu itu akan dimutasi ke kawasan rumah sakit Abdul Rivai.

Atau rumah sakit yang baru dibangun. Sangat setuju akan rencana itu. Rencana yang juga pernah timbul lima tahun lalu.

Tidak semua daerah memiliki fasilitas chamber. Kata teman, di Balikpapan hanya ada di rumah sakit Pertamina.

Padahal dulu, andai bisa dioperasikan secara terus-menerus. Berau bisa jadi rujukan bagi penderita decompressi di Kalimantan dan Sulawesi.

Chamber dan aktivitas penyelaman bawah laut itu sangat diperlukan. Bahkan wajib ada.

Tak ada artinya menggaungkan keindahan bahwa laut dan mengajak wisatawan menikmati keindahan itu, namun tak ada jaminan bila wisatawan terkena decompressi.

Perlulah diperhatikan harapan Kadek Wirawan itu. Bukan tidak mungkin akan timbul lagi kasus yang sama dimasa akan datang. Tak sulit memutasi chamber.

Seperti mudahnya memutasi seorang ASN berpindah dari satu tempat ke tempat tugas lainnyal. (sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
#Chamber #penyelam #alat