Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Warisan Teluk Bayur Ditata Ulang: Bangunan Tua Jadi Ikon Sejarah Ruang Publik Modern

Beraupost • Sabtu, 10 Mei 2025 | 10:40 WIB

Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir. (IZZA/BP)
Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir. (IZZA/BP)

TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau terus mematangkan penyusunan master plan kawasan Kota Tua Teluk Bayur.

Dalam prosesnya, Disbudpar menggandeng Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, untuk menyiapkan rencana pengembangan kawasan tersebut secara menyeluruh.

Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir mengatakan, salah satu fokus dalam perencanaan ini berupa pemanfaatan bangunan bersejarah di kawasan tersebut.

Salah satu usulan dari akademisi adalah menjadikan bekas kantor Camat Teluk Bayur sebagai museum. Bangunan ini dinilai masih sangat otentik dan layak dilestarikan sebagai bagian dari cagar budaya.

“Bangunannya benar-benar masih asli. Tidak direvitalisasi total, tapi akan diperbaiki bagian-bagian yang rusak saja,” kata Ilyas, Jumat (9/5).

Sementara itu, bangunan lain yang dikenal sebagai kamar bola atau museum batu bara direncanakan menjadi ballroom. Namun wacana ini masih akan dibahas lebih lanjut.

Lanjut Ilyas, tim dari Poltekpar dijadwalkan datang kembali pada Mei ini untuk melakukan pengecekan ulang di lapangan.

Ballroom itu kan untuk tempat pertemuan yang luas. Tapi kami masih melihat lagi nanti. Kalau kami pribadi, maunya kamar bola itu tetap dijadikan museum,” terangnya.

Konsep museum yang dirancang Disbudpar ingin merekonstruksi sejarah tambang batu bara di Berau, khususnya di Teluk Bayur.

Sebab, dulu kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik penting penambangan batu bara, bahkan pernah memiliki jalur rel kereta api pengangkut batu bara.

Pihaknya ingin tampilkan miniatur rel kereta api, miniatur alat berat, dan berbagai jenis batu bara lengkap dengan tingkat kalorinya. 

"Supaya generasi mendatang tahu, bahwa Berau pernah punya potensi tambang yang besar,” paparnya.

Rencana pengembangan kawasan Kota Tua juga akan melibatkan pihak ketiga, termasuk perusahaan-perusahaan tambang batu bara yang dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan tema museum.

Ia berharap pihak swasta bisa berperan dalam menyediakan konten dan dukungan pengembangan.

Selain museum, kawasan yang masuk dalam master plan juga mencakup fasilitas umum seperti lapangan sepak bola dan area sekitarnya.

Untuk koleksi peninggalan kerajaan, Ilyas menyebut sudah memiliki tempat tersendiri, namun tetap akan disinergikan dalam satu kawasan sejarah.

“Targetnya kalau bisa tahun ini selesai. Kami ingin cepat, tapi tetap melihat perkembangan di lapangan,” pungkasnya.(*/aja/arp)  

Editor : Nurismi
#kota tua #teluk bayur #Kabupaten Berau #master plan