Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tragedi di Wisata Berau: Disbudpar Berbenah, Prioritaskan Keselamatan Wisatawan

Beraupost • Rabu, 7 Mei 2025 | 09:50 WIB

ILUSTRASI: Selain kejadian di perairan Maratua, Air Terjun Tambalang di Kecamatan Segah juga sempat memakan korban beberapa waktu lalu. (BERAU POST)
ILUSTRASI: Selain kejadian di perairan Maratua, Air Terjun Tambalang di Kecamatan Segah juga sempat memakan korban beberapa waktu lalu. (BERAU POST)

TANJUNG REDEB – Meninggalnya wisatawan asing menambah catatan kelam dunia pariwisata Berau.

Dalam kurun lima bulan terakhir, dua wisatawan dilaporkan meninggal dunia saat berwisata di dua lokasi berbeda.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir menyatakan keprihatinan mendalam, sekaligus berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh, terhadap sistem dan standar keselamatan wisata yang berlaku saat ini.

“Ini adalah duka. Bukan hanya soal reputasi, ini soal nyawa manusia,” katanya kepada awak media ini.

Ilyas menyebut, kematian wisatawan tidak hanya terjadi di Pulau Maratua. Beberapa waktu lalu, seorang wisatawan juga dilaporkan meninggal dunia di kawasan Air Terjun Tambalang, Kecamatan Segah.

Kedua insiden ini, dinilainya menjadi sinyal kuat ada yang perlu dibenahi secara serius.

“Kami tidak bisa anggap ini sebagai kejadian kebetulan. Dua kasus di dua lokasi berbeda menunjukkan bahwa kita butuh perbaikan sistemik. SOP (standar operasional prosedur) yang ada harus ditinjau ulang, dan kami akan lakukan itu segera,” ucapnya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan segera menggelar pertemuan bersama para pemangku kepentingan.

Mulai dari pemandu wisata (tour guide), pelaku industri pariwisata, pengelola objek wisata, hingga instansi terkait.

“Kami akan duduk bersama. Tidak bisa lagi kerja masing-masing. Kita butuh sistem yang terintegrasi antara promosi pariwisata dengan mitigasi risikonya,” katanya.

Ia menekankan keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap dari layanan wisata.

Sebab, objek wisata itu bukan hanya soal tempat indah dan pengalaman berkesan. Melainkan juga tentang rasa aman.

“Ketika wisatawan merasa tidak aman, maka semua keindahan itu tidak ada artinya,” imbuhnya.

Salah satu poin penting yang akan dievaluasi, lanjut Ilyas, adalah SOP keselamatan di lokasi-lokasi wisata.

Menurutnya, banyak SOP yang sudah ada di atas kertas namun belum diimplementasikan secara maksimal di lapangan.

“SOP bukan hanya sekadar dokumen formalitas. Harus ada pelatihan berkala untuk tour guide, penyedia alat keselamatan di lokasi wisata air, hingga sistem pelaporan darurat yang cepat dan tanggap,” jelasnya.

Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur, Kabupaten Berau dikenal memiliki kekayaan alam luar biasa.

Mulai dari gugusan pulau tropis di Maratua, Kakaban, dan Sangalaki hingga kawasan hutan tropis dan air terjun alami di pedalaman.

Namun, dua kejadian tragis ini berpotensi mencoreng citra Berau sebagai destinasi aman dan ramah wisatawan.

“Kita tidak ingin hal ini menjadi bahan pemberitaan negatif yang menurunkan minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Karena itu, tindakan cepat dan tepat harus diambil,” tegas Ilyas.

Dirinya optimistis kejadian ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pariwisata di Berau.

Seluruh pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, harus bergerak bersama.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah. Ini tugas kita bersama. Kami di Disbudpar siap menjadi garda terdepan untuk membenahi sistem ini, tapi perlu dukungan penuh dari semua elemen,” tutupnya.(aky/arp)

Editor : Nurismi
#berau #pariwisata #keamanan #wisatawan #Kabupaten Berau #prioritas