Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jangan Hanya Hobi! Pemkab Berau Dorong Kuliner Rumahan Jadi Sumber Cuan

Beraupost • Rabu, 30 April 2025 | 10:20 WIB

PELATIHAN: Sebanyak 25 warga di Kecamatan Biatan mengikuti pembelajaran tata boga yang diselenggarakan oleh Diskoperindag Berau. (DISKOPERINDAG BERAU UNTUK BERAU POST)
PELATIHAN: Sebanyak 25 warga di Kecamatan Biatan mengikuti pembelajaran tata boga yang diselenggarakan oleh Diskoperindag Berau. (DISKOPERINDAG BERAU UNTUK BERAU POST)

TANJUNG REDEB – Potensi kuliner rumahan di kampung-kampung mulai digarap serius oleh Pemkab Berau.

Kali ini Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau melatih puluhan warga di Kecamatan Biatan dalam keterampilan tata boga.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita menyampaikan, lewat pelatihan ini, diharapkan muncul pelaku usaha baru yang mampu mengangkat ekonomi keluarga, sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini melibatkan 25 peserta dari sejumlah kampung di Kecamatan Biatan.

Pihaknya menggandeng pemateri dari Holden Bakery, pelaku usaha kuliner yang telah berpengalaman di bidang pembuatan kue dan roti.

Pelatihan ini bertujuan memberikan bekal keterampilan kuliner yang tak hanya berguna dalam kehidupan sehari-hari, tapi juga membuka peluang usaha baru.

Dirinya ingin agar keterampilan ini menjadi pintu masuk bagi masyarakat, terutama kaum ibu, untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

"Keahlian dalam tata boga diharapkan tidak berhenti sebagai hobi, tapi bisa dimanfaatkan untuk membuka usaha rumahan," kata Eva.

Para peserta juga didorong membentuk kelompok usaha agar bisa mengakses bantuan dari pemerintah.

Salah satu persyaratan utama untuk mendapatkan bantuan alat produksi adalah memiliki legalitas kelompok usaha.

"Kalau sudah terbentuk kelompoknya dan ada proposal permohonan, nanti kami bantu proses pengajuannya ke bupati. Setelah itu, kami akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran untuk bantuan peralatan," jelasnya.

Menurut Eva, legalitas juga penting sebagai pintu masuk ke berbagai program pemberdayaan lainnya, baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. Hal ini dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap dukungan yang lebih besar.

Pelatihan ini disambut positif oleh warga Biatan. Para peserta mengikuti materi dengan antusias, mulai dari teknik dasar membuat adonan, cara menghias kue, hingga strategi pemasaran produk agar bisa bersaing di pasaran.

Eva berharap pelatihan ini mampu melahirkan wirausaha-wirausaha baru dari kampung, sekaligus memperkuat ekonomi berbasis masyarakat.

"Kami ingin peningkatan keterampilan warga bisa berdampak langsung pada kemandirian ekonomi keluarga," tutupnya. (*/aja/hmd)

Editor : Nurismi
#pelatihan #potensi kuliner #Disperindag Berau