TANJUNG REDEB – Sejak beberapa hari terahir debit air Sungai Kelay dilaporkan kembali meningkat drastis setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak pagi hari.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau, Nofian Hidayat, peningkatan volume air Sungai Kelay terjadi sekitar pukul 16.00 Wita Sabtu (26/5) lalu.
Kenaikan debit ini bahkan telah mencapai level siaga banjir, memicu kekhawatiran terjadinya genangan di wilayah-wilayah permukiman yang berada di sepanjang aliran sungai.
“Dari laporan yang kami terima, debit Sungai Kelay naik cukup signifikan akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan hulu, ditambah lagi dengan air kiriman dari daerah pegunungan,” ujar Nofian saat dikonfirmasi kemarin.
Ia mengatakan, saat ini pihaknya telah mengeluarkan imbauan resmi kepada warga yang bermukim di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan.
Sejumlah kampung dilaporkan mulai terdampak banjir, seperti Kampung Long Duhung, Long Lamcin, dan Long Keluh, yang seluruhnya berada di Kecamatan Kelay.
“Kami telah menerima laporan bahwa ketiga kampung tersebut mulai terendam air. Genangan bervariasi, mulai dari selutut hingga sepinggang orang dewasa,” jelasnya.
Merespons kondisi ini, BPBD Berau bersama unsur terkait seperti TNI, Polri, pemerintah kecamatan, serta para kepala kampung setempat, langsung melakukan langkah koordinatif untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar.
Tim gabungan disiagakan untuk melakukan pemantauan intensif terhadap ketinggian air serta potensi pergerakan banjir ke wilayah lain di hilir sungai.
“Semua unsur sudah bergerak. Kami bersama TNI, Polri, camat, hingga kepala kampung terus memantau kondisi lapangan. Kami juga sudah siapkan jalur evakuasi jika kondisi memburuk,” ujar Nofian.
Selain itu, BPBD juga telah menyiapkan bantuan logistik dasar untuk kemungkinan penanganan pengungsi jika banjir terus meluas.
Posko siaga darurat pun tengah dipersiapkan di titik-titik strategis untuk mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan apabila dibutuhkan.
Dalam situasi seperti ini, Nofian mengingatkan masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada dan segera melapor kepada petugas jika air mulai memasuki rumah.
Ia juga mengimbau agar warga tidak memaksakan diri melewati arus sungai yang deras dan menghindari aktivitas di dekat tepi sungai yang rawan longsor.
“Kami harap masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Keamanan dan keselamatan warga menjadi prioritas utama kami,” pungkasnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi