TANJUNG REDEB – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau mengusulkan pembangunan Rumah Potong (RP) Ayam secara tersendiri.
Supaya meningkatkan efisiensi distribusi serta menjawab kebutuhan pengolahan ayam yang sesuai standar.
Selama ini, rumah potong ayam masuk dalam Rumah Potong Hewan (RPH) yang digunakan bersama.
Kepala DTPHP Berau, Junaidi mengungkapkan, lokasi pembangunan RP Ayam sudah ditentukan, yakni di sekitar wilayah Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), pusat aktivitas perdagangan yang strategis di Teluk Bayur.
“Lokasinya sudah disiapkan, dekat Pasar SAD, supaya distribusinya tidak terlalu terganggu,” ujarnya singkat.
Menurutnya, dengan lokasi yang berdekatan dengan pusat pasar, proses distribusi ayam potong akan lebih cepat dan efisien. Terutama dalam memenuhi kebutuhan pedagang dan masyarakat secara langsung.
Junaidi menambahkan, pembangunan RP Ayam ini juga berkaitan erat dengan rencana sertifikasi halal, yang saat ini menjadi perhatian utama.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, DTPHP juga mengusulkan penambahan tenaga juru sembelih halal yang selama ini masih sangat terbatas.
“Selama ini baru ada satu orang saja. Itu tentu belum cukup,” jelasnya.
Untuk menjawab kekurangan tersebut, pihaknya berencana menggandeng pihak-pihak yang telah memiliki sertifikasi halal di Kabupaten Berau. Hal ini untuk memastikan seluruh proses pemotongan ayam dilakukan sesuai dengan standar syariat dan peraturan yang berlaku.
“Nanti konsepnya kami bisa bekerja sama dengan yang sudah bersertifikat,” ungkapnya.
Dengan hadirnya RP Ayam yang terstandar, ia menerangkan, selain bisa mendukung distribusi lebih tertata, juga mampu mendorong peningkatan kualitas produk unggas di Berau.
Jika usulan pembangunan ini disetujui dan terealisasi tahun ini, maka Berau akan memiliki sarana pemotongan ayam tersendiri yang tidak hanya lebih efektif dari sisi operasional, tetapi juga memenuhi syarat halal dan higienis dalam distribusinya ke masyarakat.
“RP Ayam ini diharapkan menjadi titik awal untuk membangun sistem peternakan dan pengolahan unggas yang lebih modern dan higienis,” pungkasnya.(sen/arp
Editor : Nurismi