BATU PUTIH – Pemerintah Kecamatan Batu Putih tengah mempersiapkan pembangunan jaringan air bersih di Kampung Balikukup.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Kabupaten Berau dalam memperluas akses air bersih di wilayah pedalaman, khususnya di kawasan pesisir selatan Berau.
Camat Batu Putih, Wahyudi, menjelaskan bahwa pertemuan awal dengan pihak kampung dan perwakilan dari Dinas PUPR telah dilakukan sebagai langkah awal pelaksanaan program.
“Kami sudah adakan pertemuan awal dengan pihak kampung dan Dinas PUPR,” ujarnya, Jumat (11/4).
Ia menyebut, saat ini masyarakat di Balikukup masih mengandalkan sumber air dari sumur bor yang diolah secara manual. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan utama untuk mendorong pembangunan sistem air bersih yang lebih layak dan higienis.
“Kalau secara pengolahan, mereka masih manual dari sumur,” jelas Wahyudi.
Menurutnya, kebutuhan air bersih di Balikukup sangat mendesak mengingat jumlah penduduk yang mencapai 300 kepala keluarga atau sekitar 600 hingga 700 jiwa.
“Kalau dibilang dibutuhkan, pasti dibutuhkan. Ini kan air bersih, jadi kualitasnya lebih baik,” tegasnya.
Wahyudi mengatakan pihaknya akan menggelar sosialisasi kepada masyarakat pada tanggal 25 April mendatang. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman bertahap mengenai program dan manfaatnya.
“Dari tim kami akan turun untuk sosialisasi, atas permintaan pemerintah kampung,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa program ini akan melalui tahapan uji laboratorium terhadap kualitas sumber air di lokasi tersebut, guna memastikan kelayakan air yang akan digunakan.
“Nanti akan diuji lab dulu, kita ingin pastikan kondisi sumber airnya,” tambahnya.
Program air bersih ini merupakan bagian dari inisiatif bupati Berau yang saat ini telah mencakup sebagian besar wilayah Batu Putih.
Beberapa kampung seperti Lubang Klatak hingga Ampen Medang sudah siap menerima layanan, sementara kampung lain seperti Kayu Indah dan Sumber Agung menyusul dalam tahap selanjutnya.
“Di Batu Putih ini tinggal beberapa kampung yang belum, nanti menyusul dari Tembudan,” pungkas Wahyudi.
Pemerintah Kecamatan berharap, dengan adanya program ini, akses terhadap air bersih di wilayah Batu Putih bisa merata dan memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat. (sen/hmd)
Editor : Nurismi