Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sepi Pengunjung, Pasar SAD Ingin Sulap Food Court Jadi Pusat Pelayanan!

Beraupost • Senin, 24 Maret 2025 | 08:00 WIB
SEPI PENGUNJUNG: Food court Pasar SAD yang ada di lantai dua terlihat sepi dan tidak ada kios yang buka. (IZZA/BP)
SEPI PENGUNJUNG: Food court Pasar SAD yang ada di lantai dua terlihat sepi dan tidak ada kios yang buka. (IZZA/BP)

TANJUNG REDEB – Sepinya food court di lantai 2 Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) menjadi perhatian serius. Minimnya aktivitas jual beli membuat banyak kios tutup dan area tersebut tampak kurang hidup. 

Untuk mengatasi kondisi ini, Kepala UPTD Pasar SAD, Syaidinoor mengusulkan solusi untuk menjadikan area tersebut sebagai pusat pelayanan publik guna menarik lebih banyak pengunjung.

Ia menyebut bahwa kehadiran layanan publik dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk kembali mengunjungi lantai dua Pasar SAD yang selama ini sepi pengunjung.

“Kami sudah mengusulkan kepada Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) agar area food court ini bisa lebih ramai. Kami ingin menghidupkan kembali suasana di sana,” ujarnya.

Menurutnya, penambahan fasilitas pelayanan publik bisa menjadi magnet tersendiri. Masyarakat yang datang untuk mengurus administrasi atau layanan lainnya diharapkan juga akan berbelanja dan menikmati kuliner di lokasi tersebut.

“Jika ada pelayanan publik, otomatis orang akan datang. Saat mereka menunggu antrean, mereka bisa sekalian menikmati makanan yang ada di food court,” katanya.

Adapun beberapa jenis pelayanan publik yang potensial untuk ditempatkan di sana antara lain pelayanan Samsat Polres Berau untuk pembuatan SIM dan pembayaran pajak kendaraan.

Layanan administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP dan KK, serta pemeriksaan kesehatan yang bisa menarik lebih banyak pengunjung.

“Layanan seperti ini cukup efektif. Pengunjung yang datang untuk mengurus dokumen bisa sekalian menikmati kuliner yang tersedia, sehingga ekonomi pedagang di food court juga ikut bergerak,” jelasnya.

PSAD sendiri merupakan pasar modern yang dibangun untuk menampung pedagang dari Pasar Lama Tanjung Redeb.

Namun, beberapa area seperti food court di lantai 2 masih belum mampu menarik minat masyarakat secara optimal.

Dengan adanya usulan pembangunan layanan publik di area tersebut, Syaidinoor berharap tidak hanya dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di food court.

Tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan akses lebih mudah ke layanan pemerintahan.

“Ini bukan hanya tentang meramaikan food court, tapi juga mendekatkan layanan publik kepada masyarakat. Jika ini bisa direalisasikan, manfaatnya akan dirasakan oleh semua pihak,” tutupnya.

Seorang pengunjung pasar, Rahmad, mengaku jarang naik ke lantai dua Pasar SAD karena minimnya aktivitas di sana.

Menurutnya, food court dilantai dua tidak semenarik itu. Dirinya lebih memilih membeli makanan yang ada di pinggir-pinggir pasar.

"Saya sering ke Pasar SAD, tapi jarang naik ke food court karena memang sepi. Apalagi di sana juga tidak pernah dibuat suatu acara,” ujarnya. (*/aja/hmd)

Editor : Nurismi