TANJUNG REDEB – Dinas Pangan Berau menggelar Gerakan Pangan Murah dan Gelar Pangan Lokal selama dua hari, yakni 27-28 Februari di halaman kantor Dinas Pangan Berau, Jalan Murjani I, Tanjung Redeb.
Gerakan pangan ini merupakan upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Bulan Suci Ramadan.
Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses pangan berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Dengan rutin dilakukan terutama menjelang hari-hari besar keagamaan, guna membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
“Kegiatan ini kita adakan menghadapi hari-hari besar seperti Ramadan dan Lebaran. Gerakan pangan murah ini bertujuan menekan lonjakan harga kebutuhan pokok,” ucapnya.
Adapun harga yang ditawarkan berasal langsung dari distributor, sehingga masyarakat bisa mendapatkan barang lebih murah, seperti beras premium seharga Rp 145.000 per 10 kg dan telur seharga Rp 55.000 per kg.
Selain beras dan telur, berbagai bahan pokok lainnya juga disediakan, seperti bawang merah seharga Rp 35 ribu per kg, bawang putih seharga Rp 43 ribu per kg, minyak goreng seharga Rp 19 ribu per liter, gula pasir seharga Rp 19 ribu per kg, dan daging sapi dihargai Rp 125 ribu per kg.
Dalam kegiatan ini, pihaknya juga menggandeng Bulog untuk menyediakan sebagian komoditas, serta Perumda Bhakti Praja untuk menyediakan telur ayam lokal.
Pun tidak hanya menyediakan bahan pangan murah, tetapi juga melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Produk lokal seperti sayur-sayuran segar, telur bebek, telur puyuh, hingga aneka olahan pangan khas Berau turut meramaikan gelaran ini.
“Kami juga ingin memperkenalkan produk lokal dari KWT binaan kami. Dengan melibatkan KWT dan UMKM, masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan sehat dan berkualitas, sekaligus mendukung perekonomian lokal,” ungkapnya.
Sebelumnya, Dinas Pangan Berau juga telah melaksanakan gerakan serupa di tiga kecamatan, yakni Teluk Bayur, Sambaliung, dan Gunung Tabur.
Rakhmadi memastikan program ini akan terus dilaksanakan di kecamatan lainnya, kecuali wilayah yang sulit dijangkau seperti Kecamatan Maratua.
“Kita berupaya merata ke semua kecamatan. Untuk daerah yang sulit dijangkau, kita akan tetap menyiapkan beras, gula, dan minyak goreng di kios pangan hingga tujuh hari sebelum Lebaran,” jelasnya.
Kegiatan pangan murah ini diharapkan mampu membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga jelang Ramadan, sekaligus memperkenalkan produk pangan lokal yang berkualitas.
“Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan kegiatan ini, karena selain harga lebih murah, kualitas pangan yang ditawarkan juga terjamin,” terangnya.
Salah satu warga Kelurahan Karang Mulyo, Aisyah mengaku sangat terbantu dengan adanya gerakan pangan murah ini. Harga kebutuhan pokok yang ditawarkan jauh lebih terjangkau dibandingkan di pasaran.
“Alhamdulillah, sangat membantu. Harga beras, telur, dan minyak goreng di sini lebih murah. Apalagi menjelang Ramadan, harga-harga di pasar biasanya naik. Kalau bisa, kegiatan seperti ini diadakan lebih sering,” ujarnya. (*/aja/arp)
Editor : Nurismi