TALISAYAN – Beredar informasi SMA 3 Talisayan, mengeluarkan 8 siswanya akibat kehabisan poin. Hal ini dibantah oleh Kepala SMA 3 Talisayan Qomariah Sabran.
Ia yang dikonfirmasi Berau Post, menegaskan, pihak sekolah tidak pernah mengeluarkan surat tersebut.
Menurut Qomariah, sesuai dengan data sekolah, pada Februari 2024 lalu, terdapat dua orang siswa yang pindah sekolah. Dan satu siswa berinisial F kelas X E, diakuinya tidak pernah bersekolah di sekolah tersebut.
“Saya bilang itu siswa hantu, manada ruang di SMA 3 sampai E,” ucapnya.
Kemudian untuk siswa dengan inisial M dan D yang diisukan dikeluarkan dari sekolah, Qomariah menuturkan, bahwa keduanya masih bersekolah di SMA 3, di kelas X.
Ia menegaskan, pihak sekolah mengikuti aturan yang ada, yang tidak sembarang mengeluarkan siswa.
“Itu siswanya masih ada, di dapodik juga masih terdata siswa kami,” tegasnya.
Diakuinya, untuk tahun ini, memang ada dua orang siswa yang kehabisan poin, dan setelah koordinasi dengan orang tua siswa tersebut, kedua belah pihak setuju, untuk mengembalikan siswa tersebut ke orang tuanya.
“Ada dua orang yakni F dan R, kelas XII,” katanya.
Kedua siswa tersebut, terpaksa dikembalikan ke orangtua, akibat aksi perundungan yang dilalukan.
Hal ini bertentangan dengan prinsip sekolah. Dan orangtuanya sudah memahami kondisi ini.
“Kami sudah rapat, dan berikan pemahaman, jadi tidak ada masalah. Dan mereka melanjutkan pendidikan di Paket C,” jelasnya.
Sedangkan satu orang siswa lagi yang keluar pada tahun ini yakni karena pindah sekolah ke SMA di Eka Sapta.
“Bukan (dikeluarkan, red), ia pindah sekolah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wilayah VI Berau, Ahmadong, mengaku sudah mengetahui hal tersebut, dan saat ini sudah mengirim tim untuk melakukan pengecekan di sekolah tersebut.
“Saya dapat kabar tadi pagi. Tim langsung bergerak, untuk sementara itu saja. Intinya jangan sampai anak putus sekolah,” tutupnya. (smi)
Editor : Nurismi