Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bahaya Rip Current: Musuh Tak Terlihat di Balik Keindahan Pantai Berau

Beraupost • Jumat, 7 Februari 2025 | 09:10 WIB
JADI ATENSI: Imbauan BPBD Berau terkait bahaya Rip Current menjadi perhatian Disbudpar Berau.  (BP)
JADI ATENSI: Imbauan BPBD Berau terkait bahaya Rip Current menjadi perhatian Disbudpar Berau. (BP)

TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, menaruh perhatian serius terhadap fenomena rip current atau arus balik yang membahayakan wisatawan di sejumlah pantai di Berau.

Imbauan yang sebelumnya disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau kini menjadi bahan kajian untuk diterapkan lebih luas, guna meningkatkan keselamatan wisatawan.

Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, menegaskan pihaknya akan mendorong Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta kepala kampung di kawasan pesisir untuk lebih memperhatikan ancaman rip current.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pemasangan papan imbauan di titik-titik rawan serta kemungkinan penempatan petugas penjaga pantai.

“Tentunya, hal ini menjadi perhatian bagi kami di sektor pariwisata, karena menyangkut keselamatan wisatawan,” ujar Ilyas Natsir, Selasa (6/2).

Menurutnya, edukasi kepada wisatawan juga sangat penting agar mereka memahami potensi bahaya yang ada.

“Kami ingin wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan pantai, tetapi juga mendapatkan rasa aman selama berwisata. Kesadaran akan bahaya rip current harus ditingkatkan, baik bagi wisatawan maupun masyarakat setempat,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Bidukbiduk, Hasmawi, turut menyoroti pentingnya penyebarluasan informasi ini, terutama kepada pengelola wisata dan penginapan yang ada di wilayahnya.

Ia menegaskan pihak kecamatan akan berperan aktif dalam menyosialisasikan imbauan ini agar risiko kecelakaan di pantai bisa diminimalisir.

“Kami akan memastikan informasi terkait rip current ini disampaikan kepada semua pihak yang berkepentingan, termasuk pengelola wisata, pemilik penginapan, serta masyarakat sekitar,” kata Hasmawi.

Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan BPBD, Disbudpar, serta Pokdarwis setempat untuk menentukan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan keselamatan wisatawan.

Pantai di Berau, khususnya di kawasan Bidukbiduk dan pesisir lainnya, memang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Namun, fenomena rip current yang sering kali tidak disadari oleh pengunjung dapat berakibat fatal. Dengan adanya imbauan serta tindakan nyata dari pihak terkait, diharapkan wisata bahari di Berau tetap aman dan nyaman bagi para wisatawan.

“Dengan hal tersebut, kita menjaga agar wisatawan lebih aman,” pungkasnya. (sen/hmd)

Editor : Nurismi
#berau #wisatwan #rip current #pantai