TANJUNG REDEB – Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, merencanakan untuk memperpanjang landasan pacu atau runway menjadi 2.750 meter. Rencana tersebut masuk dalam upaya pengembangan yang dilakukan pihak bandara, sebagai bentuk dukungan bagi Bumi Batiwakkal, khususnya dalam upaya pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.
“Dalam pengembangan itu, kita harus punya perencanaan. Kita berbatasan dengan beberapa daerah, sehingga potensinya besar, terutama di sektor ekspor yang bisa kita maksimalkan,” ujar Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Ferdinan Nurdin, Selasa (4/2).
Disebutnya, Bandara Kalimarau telah menyusun Rencana Induk Bandar Udara untuk 20 tahun ke depan. Perencanaan tersebut dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama selama 10 tahun, dan tahap kedua serta ketiga masing-masing lima tahun. Setiap lima tahun, rencana ini akan ditinjau kembali untuk memastikan efektivitasnya.
“Tahap pertama ini akan ada pengembangan panjang runway menjadi 2.500 meter. Saat ini, eksisting runway sudah 2.250 meter. Apalagi, bandara ini menopang lima wilayah sekaligus, yaitu Berau, Bulungan, Wahau, Tana Tidung, dan Malinau,” jelasnya.
Dengan potensi pergerakan penumpang dan barang yang semakin meningkat, serta dukungan sektor pariwisata, Ferdinan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Terlebih, masifnya informasi akan kembali beroperasinya salah satu perusahaan kertas hingga mega proyek di Bulungan yang sudah berjalan.
“Dua proyek ini akan berdampak besar bagi perkembangan bandara dan sektor penerbangan di Berau,” tuturnya.
Ia juga memaparkan, ketentuan pembebasan lahan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sementara pembangunan fasilitas dapat didukung oleh Kementerian Perhubungan serta pihak bandara. Namun, ada kendala yang masih harus diselesaikan, yakni keberadaan jalan provinsi yang memotong area runway.
“Terus terang, kita terhambat oleh jalan provinsi yang melintasi runway. Kalau jalan itu belum dialihkan, perpanjangan runway tidak bisa dilakukan. Masalah ini sudah dikomunikasikan, dan perubahan status jalan sedang berproses,” ujarnya.
Pada tahap ketiga pengembangan, rencana panjang runway akan bertambah lagi menjadi 2.750 meter. Dengan panjang ini, Bandara Kalimarau bisa melayani pesawat berbadan lebih besar daripada Airbus A320 dan Boeing 737-800.
“Kita butuh panjang runway yang optimal. Jika pesawat berbadan lebih besar seperti Boeing 737-900 ER, kita harus mencapai 2.750 meter,” pungkasnya. (sen/udi)
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi