Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Separuh Waktu

Beraupost • Selasa, 14 Januari 2025 | 12:00 WIB
Daeng Sikra
Daeng Sikra

WARUNG Pojok Minggu (12/1) pagi. Semua meja terisi penuh. Ironisnya, warung ini tak menyediakan bangku cadangan. Jadinya saling berdempetan. Asyik juga. Lebih akrab.

Ada dua perwira polisi. Sama-sama menjabat Kapolsek. Sama-sama pelanggan setia. Setiap pagi wajib absen. Kalau kebetulan berada di Tanjung Redeb. Yang dibicarakan tentu bagian dari koordinasi. Saya tidak bergabung di meja mereka, khawatir mengganggu.

Ada Hendrik bersama istri. Pasangan yang selalu setia hadir bersama di saat libur bekerja. Hendrik itu anak dari ayahnya yang tugas di Polres Berau. Saya akrab dengan ayahnya yang sudah almarhum. Sekarang akrab dengan anaknya. Hehe, tuha jua sudah.

Juga saya memilih tidak berada di meja Hendrik. Lagi-lagi saya tidak ingin mengganggu pembicaraan mereka. Saya pilih bergabung di meja dekat lemari kaca. Dekat dengan Apping, pelayan merangkap kasir yang lincah bergerak.
Ada anggota DPRD Agus Uriansyah. Santai bercelana pendek. Ada Usman, Junaidi, dan Sandy. Sedagkan Hendra berada di muara lawang. Sekali-sekali memotret suasana warung. Mungkin dia dapat tugas baru, melaporkan apa materi diskusi di warung pojok.

Seru. Junaidi yang tidak lagi jadi wartawan itu bercerita apa yang dia saksikan lewat platform YouTube, tentang perkembangan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta. Yang disidang gugatan Pilgub Kaltim.

Sangat emosional. Padahal yang saya tahu, dia itu tidak mendukung siapa-siapa. Termasuk pemilihan bupati dan wakil bupati Berau. Dia kerja di perusahaan tambang Batu Bara. Menariklah membahas apa yang dia tonton. Juga memberikan bayangan berbagai kemungkinan yang terjadi di akhir sidang MK itu.

Bagaimana dengan sidang MK terkait gugatan Pilkada Berau? Itu belum Daeng, kata Junaidi. Kalau tak salah, jadwal untuk kabupaten Berau itu antara tanggal 15 16 Januari, ungkapnya. Karena belum berlangsung. Belum ada konten di YouTube. Belum ada bahan untuk membahas.

Begitupun dengan kisruh yang terjadi di pekan pertama tahun 2025, sekitar kenaikan tarif air bersih PDAM. Semua sedang berproses. Agus Uriansyah memberikan penjelasan seperti yang sudah tersebar di grup WA.

Persoalannya kata Agus Uriansyah, momennya saja yang tidak pas. Maksudnya, bahwa mengumumkan sekaligus menetapkan jeda waktunya singkat. Secara psikologis, momen itu sangat menentukan suasana bati. Kita bertemu teman yang lama berpisah, itu suasananya seperti apa. Sama jugalah saat menentukan naiknya tarif air bersih. Momen psikologis para pelanggan akan beda.

Sayangnya, disaat puncak diskusi, Agus Uriansyah dan beberapa pelanggan harus meninggalkan warung pojok. Saya pun begitu. Sebelum bubar, saya minta komentar Agus Uriansyah terkait penghentian kontrak pegawai yang bekerja dua tahun ke bawah. Mereka bisa nganggur bos, kata saya.

Bupati bersama Sekkab, pasti sudah mempersiapkan skenario terbaik bagi mereka. Kita semua merasakan, bagaimana yang namanya diberhentikan bekerja, kata Agus. Termasuk beberapa kasus di perusahaan yang memilih menghentikan puluhan karyawannya. Ada yang bilang diberhentikan. Ada yang menyebut hanya dirumahkan.

Saya teringat pekan lalu sahabat saya yang bekerja di salah satu instansi. Dia sudah belasan, bahkan puluhan tahun bekerja. Dia memilih tidak ikut seleksi PPPK. Alasannya, khawatir masa kerjanya jadi hilang. Sementara ada pilihan bekerja paruh waktu.

Ternyata ada sebutan bekerja paruh waktu. Kalau biasanya bekerja selama delapan jam. Maka, mereka hanya diwajibkan bekerja empat jam saja. Dugaan saya, pastilah upah yang diterima hitungannya separuh juga. Mungkin juga upah tinggal setengah, kata teman saya dengan wajah memelas. Sabar gaee. (sam)
@cds_daengsikra

Editor : Nurismi