TANJUNG REDEB - Jusram terpilih menahkodai Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Berau masa bakti 2023-2026. Pelatikan tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua IDI Kaltim dr Muhammad Sadik Sahil di Hotel Bumi Segah, Jumat (29/11).
Pelantikan yang dirangkaikan dengan seminar kesehatan itu, dikatakan Sadik Sahil, IDI Berau harus mampu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
"Ini momentum penting yang menandai awal dari perjalanan baru. Bukan hanya soal menjabat dan berorganisasi tapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ungkapnya.
Baik dalam akses layanan kesehatan, pemerataan kesehatan dan peningkatan tenaga media di daerah ini. Ia juga mendorong semua anggota untuk terus berinovasi meningkatkan kompetensi, menjalin kerjasama yang baik antarsesama lembaga.
Tantangan di dunia kesehatan daerah saat ini juga semakin kompleks. Di bawah kepemimpinan yang baru harus lebih responsif adaptif terhadap perkembangan zaman dan mampu bekerja sama dengan semua pihak untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan yang ada.
"Termasuk masalah stunting yang menjadi program nasional," tegasnya.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik sekaligus Pelaksana tugas (Plt) Asisten II Setkab Berau, Warji mengucapkan selamat dan kepada kepengurusan IDI Berau yang baru saja dilantik. Diharapkan dapat berkontribusi nyata terhadap derajat kesehatan masyarakat di Berau. Apalagi ilmu dan teknologi kesehatan semakin berkembang pesat.
"Ini perlu disikapi IDI dalam mengembangkan upaya preventif sekaligus memberikan edukasi bagi masyarakat terkait kesehatan," terangnya.
Pemkab Berau memiliki komitmen kuat dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Dirinya mendorong IDI agar dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Diharapkan sinergitas IDI dan Pemkab Berau dapat mewujudkan keadilan kesehatan di Berau.
"Saya yakin dengan keahlian, pengalaman, dsn kepedulian yang dimiliki seluruh anggota IDI Berau akan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan yang terbaik," paparnya.
Ketua IDI Berau, dr Jusram menyampaikan, ini menjadi periode ketiga dirinya tergabung dalam kepengurusan IDI Berau.
Diakuinya, banyak pekerjaan rumah perihal kesehatan yang harus dibenahi di Kabupaten Berau. Terutama yang masih menjadi perbincangan terkait stunting.
"Stunting huga menjadi pekerjaan rumah kami bersama. Termasuk kematian ibu dan anak juga menjadi perhatian untuk dapat diminimalisir," terangnya.
Dengan adanya kebersamaan membangun kesehatan di Berau, hal-hal itu diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin.
Menurutnya, semua itu tidak akan berjalan tanpa adanya dukungan dari semua pihak, utamanya DPRD Berau dan Pemkab Berau.
Terlebih setiap tahun IDI Berau telah melakukan bakti sosial (Baksos) di daerah terpencil yang tidak dapat terjangkau oleh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes). Jika selama ini pasien yang datang ke rumah sakit (RS), dengan baksos artinya dokter yang mendatangi pasien ke kampung.
"Sebelumnya kami sudah melakukan baksos di Kasai, Maratua, Bidukbiduk, Derawan hingga Balikukup. Menjadi suatu pengalaman menarik bagi kami," terangnya.
Sayangnya, bantuan anggaran untuk baksos terakhir pada 2013 lalu. Setelah itu regulasi menyulitkan pihaknya untuk mendapatkakn porsi anggaran. Namun, diharapkan ke depan akan ada solusinya.
"Tapi kami selama ini sudah dibantu oleh perusahaan yang beroperasi di Berau serta Baznas yang mendampingi kami," ucapnya.
"Mudah-mudahan niat tulus kita terus bisa mengabdikan diri kepada Berau untuk memberikan kualitas pelayanan kesehatan yang baik," ucapnya. (*/aja/hmd)