TANJUNG REDEB – Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, Ferdinan Nurdin menyebut, pihaknya belum lama ini diminta mengikuti pertemuan yang digelar Otoritas Bandara (Otban) wilayah VII Kalimantan di Balikpapan, pada Senin (18/11) mendatang.
Sayang, lantaran instruksi penghematan anggaran perjalanan dinas mencapai 50 persen yang diperintahkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, Ferdinan menyebut pertemuan itu ditunda hingga waktu yang belum bisa ditentukan.
Padahal, salah satu poin yang akan dibahas dalam pertemuan itu kata Ferdinan, adalah permasalahan tingginya harga penerbangan dalam negeri. Meski begitu, dirinya terus berusaha menyediakan rute-rute penerbangan dan armada baru di Bandara Kalimarau.
“Kami sudah sampaikan juga, memang kewenangan tarif, baik itu batas bawah dan atas kewenangannya ada di pemerintah pusat. Dan pertemuan yang rencananya dilaksanakan harus ditunda karena penghematan anggaran,” terangnya, Selasa (12/11).
Namun, beberapa upaya terus dilakukan pihaknya. Di antaranya penjajakan rute penerbangan baru dan armada baru. Dengan rute baru serta armada yang lebih besar, disinyalir kuat mampu menekan harga penerbangan.
“Kita terus usahakan, meski keputusannya kembali ada di maskapai,” tuturnya.
Optimalisasi tujuan Bali, Denpasar hingga Maratua menjadi fokusnya. Terutama menjangkau rute-rute yang selama ini harus transit menjadi penerbangan langsung. Penerbangan direct atau langsung ini, kata Ferdinan jadi faktor yang bisa menekan harga penerbangan.
“Kita usahakan juga penerbangan-penerbangan langsung itu, sehingga harga bisa ditekan dibanding mereka transit kan,” paparnya.
Diberitakan sebelumnya, rute penerbangan Maratua dan Denpasar, Bali, sudah dibuka. Rute ini telah mendapat izin terbang dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Akan tetapi, realisasi penerbangannya menjadi kewenangan maskapai yang ingin menjajaki jalur tersebut. Ferdinan Nurdin menyebut rute Maratua dan Denpasar, Bali akan segera hadir.
Dirinya menyebut, terbitnya izin rute terbang memberikan angin segar bagi bukanya rute penerbangan baru itu.
“Memang izin rute terbangnya sudah terbit, tinggal maskapai saja nanti,” ujarnya, Senin (7/10) lalu.
Sejauh ini, dirinya tidak bisa memastikan kapan rute itu akan terealisasi, sebab kewenangan sepenuhnya pada keputusan bisnis masing-masing maskapai. Tentu, dengan rute penerbangan itu, Ferdinan berharap bisa memperluas jaringan penerbangan dari dan menuju Berau.
“Kami berharap, penerbangan yang tersedia ini bisa menopang Berau serta lima wilayah terdekat lainnya seperti Kecamatan Wahau, KTT (Kabupaten Tana Tidung), Bulungan, dan Malinau,” ujarnya.
Ferdinan juga menerangkan pihaknya saat ini juga melirik pembukaan rute penerbangan baru dari Berau terbang langsung menuju Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Dirinya berharap rute tersebut bisa segera diproses dan juga mendapatkan izin rute terbang dari Kemenhub. Namun, perlu kerja ekstra sehingga bisa beroperasi nantinya.
“Kami masih proses juga, semoga bisa terwujud. Apakah dengan maskapai Lion Group atau maskapai lainnya,” paparnya. (sen/sam)