Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Berau Sudah Miliki Delapan Terapis Okupasi

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Senin, 11 November 2024 | 13:00 WIB
SEMINAR: Pemkab beri seminar parenting dengan tema "Fenomena Gadget Mengasuh Anak", orangtua dan guru diharap paham dalam memberikan pendidikan terbaik bagi ABK.
SEMINAR: Pemkab beri seminar parenting dengan tema "Fenomena Gadget Mengasuh Anak", orangtua dan guru diharap paham dalam memberikan pendidikan terbaik bagi ABK.

TANJUNG REDEB - Terapi khusus Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) kini sudah tersedia di Kabupaten Berau. Bagi orangtua yang memiliki ABK, sudah tidak perlu jauh-jauh lagi ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Pergerakan, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), Diany Syafriani, menyampaikan, delapan tenaga terapi okupasi telah terbentuk pada 10 Oktober lalu.

Jika sebelumnya hanya tersedia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, kini mulai tersedia juga di klinik-klinik.
"Mereka merupakan tenaga terapis ahli di bidangnya, yakni lulusan D3 dan S1 okupasi terapi. Sehingga, terapi yang diberikan nantinya akan sesuai dengan teknik yang memang diperuntukkan bagi ABK," terangnya.

Apalagi dikatakan Diany, orangtua juga bisa memanfaatkan kartu BPJS Kesehatan untuk mendapatkan fasilitas terapi di RSUD. Sementara untuk perawatan di klinik dapat menggunakan asuransi yang dimiliki.

Terapi okupasi sendiri adalah, salah satu jenis terapi yang berfokus pada upaya membantu orang, mengatasi tantangan yang dihadapi akibat kondisi fisik ataupun psikis yang menghambat aktivitas harian.

Anak berkebutuhan khusus misalnya kerap mengalami kesulitan saat melakukan kegiatan tertentu yang sederhana hingga yang rumit, misalnya mandi, mengenakan pakaian, menyiapkan makanan, hingga mempelajari ilmu pengetahuan di sekolah.

Dalam hal ini, ahli terapi okupasi akan membantu mengidentifikasi kesulitan, sekaligus kekuatan mereka dan menyediakan solusi praktis lewat berbagai teknik terapi, guna meningkatkan kemandirian mereka.

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Politik Hukum dan Kesra, Warji menyampaikan, ABK memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda-beda. Sehingga pendidikan yang diberikan pun harus menggunakan metode berbeda, termasuk juga pendekatan yang dilakukan.

"Anak-anak kita ini masing-masing memiliki kemampuan di bidangnya. Kita harus memberikan pendidikan penuh kepada mereka dan memperhatikan tumbuh kembangnya," ujarnya.

Untuk mendukung tumbuh kembang anak, Pemkab Berau juga memberikan seminar parenting dengan tema "Fenomena Gadget Mengasuh Anak", di gedung Balai Mufakat, Sabtu (9/11) lalu, yang bekerja sama dengan Ikatan Okupasi Terapi Indonesia DPC Berau dan FPABK dalam rangkaian World Occupational Therapy Day.

Seminar ini diharapkan Warji mampu memberikan pemahaman kepada para orangtua dan guru dalam memberikan pendidikan terbaik bagi ABK.

"Alhamdulillah di Berau sudah memiliki delapan terapis okupasi dan tiga lokasi okupasi terapi. Termasuk kelas online, terapi okupasi ini diluncurkan bersamaan dengan seminar parenting," tutupnya. (*/aja/sam)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#berau #abk #kesehatan #terapi