TANJUNG REDEB - Agenda Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Berau dalam penyediaan jaringan internet berbasis satelit, Starlink tahun ini tak semua berjalan mulus.
Hingga kini diaku Kepala Bidang E Goverment Diskominfo Berau, Rahmatia, dari 10 Starlink yang diadakan pemerintah tahun ini, satu unit masih gagal terpasang. Tepatnya di Kampung Tabalar Ulu.
Itu katanya, disebabkan oleh sambungan listrik yang belum memadai di kampung yang terletak di Kecamatan Sambaliung. Namun, mengingat unit yang sudah tersedia, sehingga satu unit Starlink dialihkan ke Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua.
Untuk itu, masyarakat Kampung Tabalar Ulu harus bersabar lebih lama hingga bisa menikmati layanan Starlink, hingga jaringan listrik benar-benar sudah menyentuh kampung tersebut.
"Kalau sudah ada layanan listrik, nanti kita coba lihat lagi apakah ada unit yang bisa langsung dipasang di sana di tahun tersebut, atau harus menunggu lagi pengadaan tahun berikutnya," ucapnya, kemarin (31/10).
Terlepas dari itu lanjut Rahmatia, penggunaan Starlink di sembilan kampung saat ini berjalan cukup baik. Koneksi internet yang didapat pun katanya sangat baik.
Bahkan pemasangan yang katanya kebanyakan disimpan di fasilitas umum ini sangat membantu, terutama di sekolah-sekolah. Dari tinjauan lapangan yang dilakukan beberapa waktu lalu, pemasangan di Teluk Sumbang disebut sangat membantu siswa-siswi sebuah SD disana, sebab akan dilaksanakan ujian dalam waktu dekat.
“Mulai Senin (28/10) kemarin jalan (dipasang, red) sangat senang, kami fokuskan di sekolah, misalnya di Teluk Sumbang sekolahnya paling jauh ke atas. Kita pasang Starlink sangat senang, karena membantu ujian,“ terangnya.
Melihat capaian yang positif ini juga, Rahmatia membocorkan bahwa pada 2025 mendatang Diskominfo Berau akan ajukan pemasangan 30 alat Starlink lagi. Pemasangan satu alat katanya, bisa bercabang di dua lokasi menggunakan fiber optik, maksimal maksimal tiga titik di suatu daerah.
Dengan demikian, jika di 2025 mendatang 30 alat selesai terpasang, paling banyak adalah 120 titik akan terakses internet untuk wilayah blankspot. “Program ke depan itu menambah 500 titik WiFi gratis, sisanya yang Starlink kita pasang,” paparnya.
Terpisah, Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi menyebut, pihaknya bakal serius menangani permasalahan blankspot ini. Apalagi ditambah teknologi baru Starlink yang dirasa sangat membantu, menjangkau daerah-daerah yang blankspot bisa terhubung dengan dunia melalui internet.
Dirinya juga berharap, pemasangan-pemasangan unit Starlink ini bisa dijaga bersama oleh masyarakat. Tentu, keberadaannya harus bisa dirasakan oleh masyarakat. Sehingga, ia mendorong masyarakat turut serta menjaga alat-alat yang sudah terpasang.
“Kita akan berusaha dengan maksimal, kita harap fasilitas ini juga dijaga bersama,” paparnya.
Diberitakan sebelumnya, uji coba yang sebelumnya dilaksanakan ditegaskan Didi sebagai bentuk pengukuran kapasitas kemampuan yang bisa digunakan untuk di Berau dari berbagai tipe yang disediakan.
Setelah penganggaran perubahan disahkan, Diskominfo disebutnya akan dipasang 10 unit pada tahap pertama ini. Jika sebelumnya anggaran perawatan rutin atau pembayaran biaya sewa akan dibebankan kepada Alokasi Dana Kampung (ADK), Didi mengungkapkan untuk tahap pertama ini akan dibebankan kepada APBD Berau.
“Perubahan kan dimulai Oktober nanti, nah setelah Oktober itu baru bisa kami lakukan itu,” ujarnya.
Starlink menawarkan enam paket layanan yang bisa digunakan. Harganya pun beragam, untuk perangkat kerasnya termurah dengan harga Rp 7,8 juta hingga yang termahal Rp 43,2 juta untuk tipe bergerak. Langganan per bulan juga dimulai dari Rp 750 ribu hingga Rp 86,1 juta untuk paket kapal dan mobile darat. (sen/sam)