TANJUNG REDEB – Sejak beberapa hari terahir ini, Bumi Batiwakkal –sebutan Kabupaten Berau sedang dilanda hujan. Dimana, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau memprediksi saat ini masih didominasi dengan kondisi berawan namun ada potensi hujan.
Disampaikan Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menurut data yang dimiliki untuk perkiraan cuaca tiga hari ke depan. Kondisi cuaca pada periode ini akan didominasi berawan dan berpotensi hujan dengan intesitas ringan hingga sedang pada sore dan malam hari.
“Dan itu akan terjadi di hampir seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Berau,” ujarnya.
Dirinya juga menyebutkan bahwa jika sudah memasuki pengalihan musim dari kemarau ke musim penghujan ditandai dengan curah yang meningkat atau durasi hujan lebih lama dari sebelumnya. “Kemungkinan itu di pertengahan November itu curah hujan akan meningkat dari yang saat ini sedang terjadi,” imbuhnya.
Dikatakan untuk saat ini curah hujan di Berau masih terbilang singkat. Waktu turunnya hujan pun masih terjadi di waktu-waktu tertentu, karena hal tersebut masih tergolong awal dari pergantian musim. “Karena seperti kita lihat saja, hujan terjadi pada sore dan malam hari dengan waktu yang singkat,” jelasnya.
Hujan yang turun pun hanya diselimuti dengan awan hitam, namun tidak disertai dengan petir atau fenomena tersebut disebut dengan pertumbuhan awan cumulonimbus (CB).
“Untuk saat ini hujannya masih terbilang aman, kalau hujan yang disertai petir, kilat dan guntur itu biasanya ciri-ciri hujan yang turun berasal dari awan CB,” jelasnya lagi.
Untuk beberapa hari ke depan, ia memprediksi Kabupaten Berau masih akan diguyur hujan pada sore dan malam hari. Dengan intensitas hujan ringan hingga sedang. “Cuaca memang tidak bisa ditebak, tetapi menurut data yang kami miliki bahwa Berau akan terus diguyur hujan pada waktu sore hingga malam,” sebutnya.
Dirinya pun meminta masyarakat khususnya yang berada di wilayah Pesisir Selatan Berau untuk bisa terus melihat update cuaca BMKG Berau. Pasalnya, wilayah pesisir yang notabenenya para nelayan, bisa melihat cuaca sebelum pergi melaut.
“Kami terus perbarui terkait cuaca dan gelombang laut sehingga sebelum pergi ke laut, saya harap nelayan juga bisa untuk melihat cuaca seperti apa. Karena sampai saat ini gelombang air laut masih terbilang tinggi,” tandasnya. (aky/hmd)
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi