TANJUNG REDEB - Wahana papan seluncur (Waterboom) yang ada di Venue Kakaban Aquatic, kondisinya sudah memprihatinkan. Pasalnya sejak dibangun pada tahun 2008 lalu, hingga kini belum tersentuh perbaikan.
Kepala Dispora Berau, Amiruddin, menuturkan perbaikan wahana tersebut sudah masuk pengajuan oleh pihaknya melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Berau pada tahun 2025 nanti.
“Karena memang ada beberapa fasilitas yang perlu kami perbaiki, karena memang ini juga untuk kebutuhan bersama,” ujarnya kepada Berau Berau Post, Minggu (6/10).
Dirinya juga menjelaskan bahwa untuk saat ini terkait dengan fasilitas waterboom tersebut sudah tidak bisa lagi perbaiki karena memang sudah mengalami rusak parah.
“Jadi kemungkinan buat baru,” sebut dia.
Terlebih sejak pandemi Covid-19 lalu, Kolam Renang Kakaban Aquatic sempat tutup sementara hingga dibuka kembali pada 2022. Di mana menyebabkan kerusakan pada wahana papan seluncur hingga banyak bagian yang keropos dan berlubang.
“Rawan untuk dipakai berseluncur, kalau ditambal sulam tidak bisa dikhawatirkan nanti akan membahayakan pengunjung. Makanya kami rencanakan diganti dengan yang baru,” ucapnya.
Saat ini, Dispora Berau masih membuka Kolam Renang Kakaban Aquatic dari pukul 08.00-17.00 Wita setiap harinya.
“Silakan saja bagi yang ingin berenang, karena kolam renang tidak ada masalah, bisa digunakan,” sebut dia.
Terkait dengan anggaran, Kabid Sarana Prasarana (Sarpras) Dispora Berau, Benny memaparkan bahwa terkait dengan perbaikan fasilitas venue Kakaban Akuatic sudah dilakukan pada perubahan tahun 2024. Dan berikutnya diusulkan untuk realisasi di pada tahun ini di tahun 2025 Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni.
“Iya sudah kita ajukan di perubahan tahun ini dan kemungkinan besar akan teralisasi di murni tahun 2025,” kata dia.
Ditanya terkait dengan nominal anggaran Benny mengatakan bahwa untuk sementara anggaran perbaikan tersebut yakni Rp 1,9 milir. Tetapi, menurut ia bahwa terkait dengan anggaran belum sepenuhi disahkan.
“Semuanya masih bisa berubah,” jelasnya.
Dengan adanya hal ini dirinya pun akan terus melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar perbaikan waterboom tersebut bisa direalisasikan pada 2025 nanti. Pasalnya, menurut ia perbaikan waterboom tersebut sangat dibutuhkan untuk fasilitas daerah.
“Semoga saja bisa teralisasi tahun depan, dan kami juga masih mengawal terkait dengan perbaikan tersebut,” tandasnya. (aky/hmd)